Berita Tarakan Terkini

Kronologi Anak Tenggelam di Embung Bengawan Tarakan, Sudah Dua Kali Ditemukan Korban tak Selamat

Kronologis anak tenggelam di Embung Bengawan Tarakan, sudah dua kali ditemukan korban tak selamat.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
HO/DOKUMENTASI WARGA
Korban saat ditemukan dan upaya dilakukan pertolongan pertama. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kronologis anak tenggelam di Embung Bengawan Tarakan, sudah dua kali ditemukan korban tak selamat.

Sanusi, penjaga Embung Bengawan di RT 1 Kelurahan Juata Kerikil menceritakan kronologis tenggelamnya salah seorang pengunjung yang masih berusia 12 tahun dan tak bisa diselamatkan lagi.

Dikatakan Sanusi, perkiraan sekitar pukul 07.30 rombongan anak-anak dari salah satu pesantren yang berada di Jalan Bengawan.

Baca juga: Bocah 12 Tahun di Tarakan Ditemukan Meninggal Tenggelam di Embung Bengawan

Personel Basarnas Kota Tarakan saat melakukan pemantauan di Puskemas Juata Laut. HO/SAR TARAKAN
Personel Basarnas Kota Tarakan saat melakukan pemantauan di Puskemas Juata Laut. HO/SAR TARAKAN (HO)

Begitu masuk dalam kondisi rombongan memakai baju hitam dan celana hitam menggunakan les hijau di leher.

“ Saya tanya dek mau ke mana. Alasannya mau olahraga. Saya bilang kalau olahraga saya tidak izinkan beroperasi di area Embung Bengawan. Katanya iya,” urainya.

Ia mengatakan, saat melihat kedatangan rombongan, pihaknya langsung menegur dan memperingatkan kepada sang pembimbing atau seniornya.

“Saya bilang tolong jangan di dalam embung. Saya tidak izinkan. Dijawab pembimbingnya, katanya mereka di luar saja. Area luar boleh,” urai Sanusi.

Ia juga meminta rombongan yang datang untuk tidak menghamburkan sampahnya di area wilayah Embung Bengawan. Diperkirakan Sanusi kurang lebih ada sekitar 50 anak yang datang dalam satu rombongan. Ia beberapa kali mengingatkan agar jangan masuk ke dalam embung sesuai tanda peringatan yang sudah terpasang di beberapa titik dalam dan luar embung.

“Saya juga bilang jangan buang sampah, jangan mengperasikan barang yang ada, silakan Latihan di luar olahraga. Eh ujung-ujungnya mereka masuk juga rupanya. Inilah ketika diperingatkan tidak mau mengindahkan akibatnya begini,” urainya.

Adapun korbannya berjenis kelamin laki-laki dan merupakan salah satu santri pesantren. Adapun lokasi TKP berada sekitar 10 meter dari pintu masuk tepatnya di sebelah kiri lampu penerangan Embung Bengawan.

Posisi Sanusi saat kejadian ia tidak sedang berada di dekat rombongan. Ia sedang menyelesaikan tugas yang ada di daerah hulu Embung Bengawan atau sekitar menuju arah kanan dari pintu masuk.

Baca juga: Diduga Peninggalan Sejarah, Petani di Tarakan Temukan Benda Mirip Meriam dan Barang Keramik

“Saya di ujung sana di hulu posisinya. Lagi ada kerjaan memantau mengontrol di sana. Karena saya kira berjalan aja lancar, ada pendampingnya,” jelasnya.

Lalu sekitar pukul 10.46 WITA, dirinya dihubungi rekannya yang merupakan petugas operator PDAM di Embung Bengawan bahwa ada kejadian anak tenggelam.

“Saya langsung turun. Sampai ke lokasi, anaknya sudah ditemukan dan berangkat dibawa keluar dibawa ke Puskesmas Juata Laut,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved