Predator Anak di Tarakan

Polisi Sebut Predator Sesama Jenis di Tarakan Sudah Ditahan, Aksi Bejat Sejak 2016, Korban 30 Santri

Kasus asusila sesama jenis dengan korban puluhan santri yang tergolong anak di bawah umur menggegerkan warga Tarakan, Kalimantan Utara.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com / Andi Pausiah
Kapolsek Tarakan Utara, Iptu Kistaya. (TribunKaltara.com / Andi Pausiah) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Lagi dan lagi kasus asusila sesama jenis dengan korban puluhan santri yang tergolong anak di bawah umur menggegerkan warga Tarakan, Kalimantan Utara.

Dikatakan Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Utara, IPTU Kistaya ia membenarkan adanya kasus asusila sesama jenis tersebut.

Setelah ditelusuri, ternyata pencabulan dan pelecehan itu dilakukan sejak 2016 lalu. Diperkirakan korbannya sekira 30 santri yang dilakukan predator sesama jenis berinisial RD.

RD berusia 22 tahun, dikenal agamis dan rajin beribadah. Ia juga dikenal aktif dalam pengajian dan mengikuti majelis taklim yang digelar salah satu pesantren.

Berbekal laporan orangtua korban, predator sesama jenis itu sudah dilaporkan pada Senin (7/3/ 2022) ke Polsek Tarakan Barat.

Adapun laporannya yakni bernomor LP05/III/2022. Pelaku dilaporkan dengan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.

IPTU Kistaya melanjutkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan juga terhadap pelapor.

“Kemarin sudah saya periksa sekitar lima orang korbannya.

Selebihnya yang lain ada yang sudah lama sekali, ada yang sudah sekitar satu bulan, ada yang satu tahun bahkan kasusnya,” ujarnya.

Baca juga: Heboh Predator Sesama Jenis di Tarakan, Korbannya 30 Santri di Bawah Umur, Polisi tak Tinggal Diam

Sehingga lima orang korban diperiksa ini adalah mereka yang mengalami pelecehan seksual baru-baru ini oleh pelaku.

Adapun terhadap pelaku adalah warga setempat di wilayah Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan.

Bahkan RD diketahui sering beribadah di masjid, namun ditegaskannya pelaku ini bukan guru.

“Jadi pelakunya bukan guru dan bukan santri juga. Dia memang biasa ibadah di masjid sana dan ibaratnya sudah menyatu dengan santri di sana,” ujarnya.

Terhadap pelaku pihaknya sudah melakukan pemanggilan dan RD sudah ditahan di kantor polisi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved