Berita Tarakan Terkini

Wawali Tarakan Minta Ada Skenario Deteksi Dini Bagi Kasus Asusila, Kerja Sama Lintas Sektor Penting

Menindaklanjuti kasus kekerasan dan kasus asusila kepada anak, Pemerintah Kota Tarakan segera melakukan pertemua, Selasa (15/3/2022) sore.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Wakil Wali Kota Tarakan, Efendhi Djuprianto saat menghadiri kegiatan pembahasan kasus asusila pada anak. HUMAS PEMKOT TARAKAN 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan seksual dan kasus asusila kepada anak, Pemerintah Kota Tarakan segera melakukan pertemuan.

Pertemuan ini dilaksanakan pada Selasa (15/3/2022) sore kemarin. Pertemuan ini melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Dalam hal ini, Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djuprianto, memimpin rapat pembahasan kasus tersebut.

Baca juga: Masa Penahanan Tersangka Tindakan Asusila, Mantan Ketua RW di Nunukan Diperpanjang hingga 40 Hari

Kegiatan itu tampak dihadiri oleh unsur Kepolisian Resor Tarakan, Kementerian Agama Kota Tarakan, MUI Provinsi Kaltara dan Kota Tarakan.

Adapula Lembaga Bantuan Hukum, perangkat daerah yang membidangi, Ormas Islam se-Kota Tarakan, unsur RSUD dr Jusuf SK, serta Himpunan Psikolog Tarakan.

Memang sebelumnya pemerintah sudah melakukan MoU terkait kasus kekerasan yang terjadi pada anak. Dan ketika kasus kembali muncul, masing-masing stakeholder terlibat dalam tim penanganan akan melaksanakan tupoksinya.

Baca juga: Ditahan Polisi karena Diduga Melakukan Tindakan Asusila, Lurah Nunukan Selatan Nonaktifkan Ketua RW

Wawali dalam rapat tersebut meyampaikan keprihatinannya atas kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Kota Tarakan.

Menurutnya, kemampuan melakukan pendeteksian dini sangat penting dalam mengantisipasi kasus kekerasan seksual.

Wakil Wali Kota Tarakan, Efendhi Djuprianto saat menghadiri kegiatan pembahasan kasus asusila pada anak.
Wakil Wali Kota Tarakan, Efendhi Djuprianto saat menghadiri kegiatan pembahasan kasus asusila pada anak. (TRIBUNKALTARA.COM/ HUMAS PEMKOT TARAKAN)

Ia berharap agar rapat ini mampu merumuskan skenario deteksi dini tersebut terhadap kegiatan di tengah-tengah masyarakat dan kerja sama lintas sektor.

Baca juga: Diduga Lakukan Tindakan Asusila, Lurah Nunukan Selatan Bakal Nonaktifkan Ketua RW dari Jabatannya

“Misalnya dengan kepolisian dan pihak rumah sakit dapat ditingkatkan. Jangan sampai ada korban lagi, sehingga Kota Tarakan bebas dari kekerasan anak dan menjadi kota layak anak,” pungkas Wakil Wali Kota Tarakan.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved