Berita Nasional Terkini

Penyelundupan Sabu 1 Ton Digagalkan Polda Jabar, Satu Orang Batal Tersangka, Kapolri Beri Apresiasi

Ditreskoba Polda Jabar berhasil menggagalkan penyelundupan sabu 1 ton jaringan internasional, pada Rabu 16 Maret 2022.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Konferensi pers pengungkapan sabu-sabu ton yang dilakukan Polda Jabar di Pangandaran (Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman). 

TRIBUNKALTARA.COM - Ditreskoba Polda Jabar berhasil menggagalkan penyelundupan sabu 1 ton jaringan internasional, di Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022).

Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyebut bahwa pengungkapan sabu seberat 1,196 ton itu sebagai salah satu kasus terbesar yang berhasil diungkap pada periode Januari hingga Maret 2022.

Paket barang haram itu berhasil digagalkan Polda Jabar melalui jalur laut di wilayah Perairan Pangandaran, sebagai tempat proses transaksi metoda Ship to ship.

"Ini menjadi salah satu pengungkapan besar di awal menjelang pertengahan tahun, di antara pengungkapan-pengungkapan yang telah dilakukan," ujar Listyo Sigit Prabowo, saat jumpa pers di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (24/3/2022).

Menurut Kapolri, selama periode Januari sampai Maret ini, Polri juga telah mengungkap sabu 2,73 ton.

"Ini (2,73 ton) dari berbagai keberhasilan rekan-rekan yang kita gabung. Ganja 7,24 ton, ekstasi 230.789 butir," katanya.

Baca juga: Kasus 8,2 Kg Sabu Tahap P21, Komitmen Berantas Narkoba Lewat Pola Ubah Strategi Tangkap Gembong

Dari pengungkapan di Subang, pihaknya mengamankan lima tersangka berinisial SA, HM, HH, AH dan MH.

Kelimanya diamankan beserta barang bukti sabu 1,196 ton, perahu nelayan, tiga mobil untuk mengangkut, ponsel, kartu ATM dan air soft gun serta rekaman CCTV.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dari ke lima tersangka itu, memiliki peran masing-masing.

Pelaku SA merupakan tersangka yang menerima sabu dari HM.

Lalu, HM merupakan tersangka yang berperan sebagai pengendali sabu.

Kemudian MH yang merupakan warga negara asing asal Afghanistan, berperan mengawasi proses distribusi sabu dari Iran.

Sementara itu, dua pelaku lainnya yakni HH dan AH, merupakan warga setempat yang berperan sebagai sopir sekaligus mengantarkan sabu untuk diedarkan.

Akibat perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 115 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved