Berita Tarakan Terkini

Sempat Dikeluhkan Langka oleh Petani, Stok Pupuk Urea di Kota Tarakan Kini Sudah Berlebih

Sempat dikeluhkan kelangkaan, kini stok pupuk di Kota Tarakan mulai tersedia bahkan berlebihan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kepala Dinas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Ir. Elang Buana, M.Si. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Sempat dikeluhkan kelangkaan, kini stok pupuk di Kota Tarakan mulai tersedia bahkan berlebihan.

Dibeberkan Kepala Dinas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Ir Elang Buana, M.Si, di Januari kemarin memang belum ada pendistribusian karena SK belum ada dari pusat.

"SK dari pusat kemudian ke provinsi, setelah ditandatangani Gubernur, baru diteruskan ke kota dan Wali Kota menandatangani SK untuk masing-masing kecamatan," beber Elang Buana.

Sehingga lanjutnya memang sempat terjadi sulitnya mendapatkan pupuk urea pada saat itu.

Baca juga: Kebun Anggrek di Tarakan Terbengkalai, Kadis Pangan & Pertanian Elang Buana: Keterbatasan Dana

Update terkini, SK tersebut sudah selesai ditandatangani dan sudah bisa didistribusikan.

"Berapa tonnya tergantung karena ada pupuk urea, SPK, organic dan ZA masing-masing ada sendiri.

Kemarin diusulkan untuk petani ada pergeseran kalau dulu senang urea sekarang urea tidak disenangi dan sekarang arahnya ke NPK," bebernya.

Alasannya, NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung fosfor, nitrogen dan kalium.

Ia melanjutkan, pndistribusian pupuk bersubsidi bagi para petani telah dilakukan Pemerintah Kota Tarakan.

Ia melanjutkan, permintaan pupuk NPK tinggi dan di sisi lain stok urea yang berlebihan.

"Maka kemarin NPK ditambah, urea dikurangi. Disetujui ya masih kurang," ujarnya.

Aktivitas pertanian di Kota Tarakan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas pertanian di Kota Tarakan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Ia melanjutkan, kondisi saat kekurangan, di wilayah lain terjadi kelebihan maka diusulkan pihaknya untuk direlokasi jatah pupuk ke Tarakan.

"Ada penambahan NPK-nya. Walau kelebihan ureanya. Kami silakan saja diambil wilayah lain," jelasnya.

Lebih jauh ia menambahkan, pada Januari 2022 lalu pihaknya belum memiliki SK dari pusat terkait distribusi pupuk bersubsidi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved