Berita Tarakan Terkini

Cari Atlet Sepakbola Cilik, Yayasan Umar Sholeh Mansurin Bentuk SSB, Pelatih dari Persik Kediri

Sekolah Sepak Bola (SBB) Al Fatah Kaltara di-launching dan ditandai dengan kegiatan pertandingan yang diikuti puluhan peserta

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Momen kegiatan launching Sekolah Sepak Bola (SBB) Al Fatah Kaltara, Minggu (27/3/2022) dan merangkul anak-anak usia 10-12 tahun di Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Untuk pertama kalinya di Kota Tarakan, Sekolah Sepak Bola (SBB) Al Fatah Kaltara di-launching dan ditandai dengan kegiatan pertandingan yang diikuti puluhan peserta di Kelurahan Karang Rejo.

Dikatakan Khairuddin, S.E, Ketua Yayasan Umar Sholeh Mansurin mewakili Ketua SSB, Choirul Nuar Sidiq, SBB ini sendiri diinisiasi dan dibentuk Yayasan Umar Sholeh Mansurin.

Sekolah Sepak Bola perdana di Kaltara ini berbasis masjid dan diharapkan dari para peserta PAUD di masjid bisa menjadi bagian dari SBB.

Baca juga: Ikrar Bahar Adik Pesepakbola Asnawi Mangkualam Tuai Perhatian, Potretnya Dipuji-puji oleh Sang Kakak

“Diharapkan bisa jadi anak didik kami. Jadi usianya ini kami bina di umur 10 tahun sampai 12 tahun. Kami memanfaatkan lapangan halaman masjid yang ada dan ini menjadi rutin harian dan mingguan,”urainya.

Nantinya untuk agenda bulanan, beberapa masjid yang ingin bergabung ke SSB akan diikutsertakan dalam pelatihan serentak bersama di lapangan Stadion Datu Adil atau di lapangan sepak bola yang memiliki ukuran standar.

Nantinya SSB akan melaporkan diri ke PSSI sebagai induk Cabor Sepakbola di Indonesia. “Kami akan menyurat bahwa kami sudah membentuk SSB dan tembuskan ke instansi seperti Dispora dan lainnya,” urai Khairuddin.

Baca juga: Klub Asal Malinau Sapu Bersih Turnamen Sepakbola Provinsi, Askab PSSI Optimis Gelar Piala Bupati

Lebih lanjut ia menjelaskan, SSB berbasis masjid pertama kali di Tarakan. Sebenarnya dulu diakuinya pernah dibuat sekolah serupa namun terkendala lapangan yang tak tersedia.

“Alhamdulillah sudah terbentuk. Dan sudah disiapkan pelatih khusus yang memang sudah punya lisensi. Ada Taufik, putra daerah dari Tarakan yang saat ini tergabung dalam Persik Kediri.

Ia melanjutkan, Taufik bahkan bersedia memberikan pelatihan khusus kepada seluruh anak-anak didikan SSB. Di momen launching yang digelar Minggu (27/3/2022) kemarin, ada sekitar 90 anak ikut berpartisipasi terdiri dari 9 masjid yang ikut berkontribusi.

Momen kegiatan launching Sekolah Sepak Bola (SBB) Al Fatah Kaltara, Minggu (27/3/2022) dan merangkul anak-anak usia 10-12 tahun di Tarakan.
Momen kegiatan launching Sekolah Sepak Bola (SBB) Al Fatah Kaltara, Minggu (27/3/2022) dan merangkul anak-anak usia 10-12 tahun di Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Sebenarnya tujuan dari SSB ini untuk mencari potensi atau bakat penerus lewat anak-anak yang aktif ikut bergabung dalam kegiatan masjid di lingkungan masing-masing.

“Intinya target kami, pemain bisa jadi profesional dan religious. InsyaAllah kalau dilihat mereka punya kemampuan dan mudah-mudahan menyusul pemain nasional kita Taufik yang juga dulu awalnya mainnya hanya di halaman masjid,” urainya.

Baca juga: Daftar Klub Sepak Bola Paling Tajir di Dunia 2022, Wakil Liga Inggris Mendominasi, Man City Memimpin

Dalam hal ini SBB juga ikut bernaung di bawah arahan pemain nasional terkenal seperti Taufik, Budi Sudarsono.

“Kami sudah minta Taufik jadi kepala pelatih. Melatih pelatih masing-masing masjid. Kami ada teman-teman pelatih di masjid dari pemuda dan remaja masjid sudah kami minta remaja masjid minimal tiga orang diberdayakan membuat pelatihan,” urainya.

Dalam waktu dekat sembari menunggu waktu luang dari Pelatih Taufik akan berkunjung ke Tarakan baru pelatihan akan dimulai.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved