Berita Malinau Terkini

Kerap Kali Tak Dapat Seat di Pesawat, Kepala Disdikbud Malinau Minta Guru Perbatasan Diprioritaskan

Selain kendala sumber daya manusia atau SDM, pelayanan dasar di wilayah perbatasan dan pedalaman Malinau masih minim fasilitas.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi, Penerbangan perintis ke wilayah perbatasan RI-Malaysia melalui Bandara Kolonel RA Bessing Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Selain kendala sumber daya manusia atau SDM, pelayanan dasar di wilayah perbatasan dan pedalaman Malinau masih minim fasilitas.

Khususnya untuk bidang layanan pendidikan, minimnya konektivitas merupakan kendala utama kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19.

Selain itu kendala moda transportasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan ke wilayah perbatasan dan pedalaman Malinau.

Baca juga: Kabupaten Malinau Kekurangan Tenaga Pendidik, BKPP Tawarkan 2 Opsi Permudah Penerimaan PPPK Guru

Kepala Kantor Disdikbud Cabang Malinau-KTT, Nurbaya menjelaskan beberapa kendala tenaga pendidik dan kependidikan jenjang SMA/sederajat di Perbatasan.

Alumni Pascasarjana Fakultas Pertanian Unhas tersebut menyebut hal ini sering menjadi alasan guru-guru di perbatasan absen mengajar.

Baca juga: Kunjungi Wilayah Perbatasan, Ketua PKK Kaltara Rachmawati Zainal Puji Penganan Tradisional Krayan

"Bapak ibu guru biasanya datang ke Malinau beralasan tidak ada pesawat untuk kembali. Kami mengharapkan agar Pemkab Malinau menambahkan klausul perjanjian dengan maskapai agar guru-guru juga diprioritaskan," ungkapnya.

Hal tersebut menurutnya masih menjadi kendala terbesar untuk program merdeka belajar. Sebab, koneksi dan akses internet merupakan penopang utama program pembelajaran.

Ilustrasi, Penerbangan perintis ke wilayah perbatasan RI-Malaysia melalui Bandara Kolonel RA Bessing Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu.
Ilustrasi, Penerbangan perintis ke wilayah perbatasan RI-Malaysia melalui Bandara Kolonel RA Bessing Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Selain itu, dalam Musrenbang RKPD Malinau 2023 pada 29 Mei 2022 lalu, Nurbaya turut mengusulkan pentingnya peningkatan kualitas jaringan di wilayah perbatasan.

"Sekarang era pembelajaran digital, apalagi kondisi pandemi saat ini. Pemerintah sudah banyak membangun BTS, hanya saja masih 2G," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Malinau, Agustinus mengatakan beberapa BTS memerlukan komponen tambahan untuk peningkatan jaringan.

Diantaranya dibutuhkan BTS perantara untuk meningkatkan jaringan 2G menjadi 3G atau 4G. Rencana peningkatan kapasitas jaringan tersebut telah diusulkan dan akan dibahas bersama stakeholder terkait.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved