Liga Italia

Serie A dan Timnas Italia Dianggap Sama-sama Bobrok, Ini Kritik Mantan Pelatih AC Milan

Serie A Liga Italia kembali menjadi sorotan setelah dua wakilnya yang berkompetisi di Eropa yaitu Atalanta dan AS Roma meraih hasil kurang memuaskan.

Twitter / @OfficialASRoma
Selebrasi Tammy Abraham saat AS Roma mengalahkan Lazio, skor akhir 3-0, pada Derby della Capitale Liga Italia Serie A, di Stadion Olimpico, Senin (21/3/2022). (Twitter/@OfficialASRoma) 

TRIBUNKALTARA.COM - Serie A Liga Italia kembali menjadi sorotan setelah dua wakilnya yang berkompetisi di Eropa yaitu Atalanta dan AS Roma meraih hasil kurang memuaskan bahkan mengecewakan.

Diketahui, Atalanta bermain di Liga Europa, sedangkan AS Roma bermain di UEFA Conference League.

Dilansir BolaSport.com dari Football Italia, Capello menyebut kalau sepak bola Italia saat ini jauh tertinggal dari yang lain.

Menurut Fabio Capello, permainan sepak bola Italia terlalu lambat dan banyak melakukan pelanggaran yang tidak perlu.

Terlebih lagi, tidak banyak pemain kelas dunia yang mau merumput di kompetisi sepak bola Italia saat ini.

"Sepak bola Italia jauh di belakang yang lain. Bola tidak bergerak cepat, wasit terlalu sering meniup peluit. Mereka terlalu sering menghentikan permainan. Setiap kontak fisik adalah pelanggaran, jadi tidak pernah ada intensitas," kata Fabio Capello yang pernah melatih AC Milan tersebut.

"Masalah terbesar tetap bahwa pemain terbaik tidak datang ke Italia lagi. Anda tidak akan belajar apa-apa jika Anda tidak bertemu yang terbaik. Kami membutuhkan stadion dan infrastruktur," ucap Capello melanjutkan.

Baca juga: Tanpa Zaniolo & Veretout, AS Roma tak Berdaya Dikalahkan Bodo/Glimt, Jose Mourinho Lempar Sindiran

Saat ditanya soal kemungkinan waktu sepak bola Italia bisa bangkit lagi, eks pelatih Juventus itu mengucapkan angka delapan tahun.

Menurut Capello, sepak bola Italia akan terus bobrok selama delapan tahun ke depan.

Belum lagi banyaknya masalah yang dihadapai di internal federasi dan campur tangan para politisi di sepak bola Italia hingga saat ini.

"Delapan tahun. Di Italia, semua orang campur tangan. Politisi, asosiasi lingkungan, dan sebagainya," ucap Capello.

"Untuk anak-anak muda, mereka sendiri yang bertanggung jawab untuk merantau ke Spanyol, di mana mereka bisa belajar soal teknik, bukan taktik," tutur Capello menambahkan.

Atalanta dan AS Roma menjadi wakil Italia yang tersisa pada kompetisi tingkat Eropa musim 2021-2022.

Kedua tim itu pun tidak bermain di kasta teratas kompetisi Eropa, yakni Liga Champions.

Baca juga: Inter Milan dan AC Milan Saling Sikut di Bursa Transfer Demi Talenta Argentina Enzo Fernandez

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved