Berita Nunukan Terkini

Viral di Sosmed, Korban Asusila di Nunukan Depresi, Pelaku & Penyebar Video Diancam 9 Tahun Penjara

Viral di sosmed, korban asusila di Nunukan depresi, pelaku & penyebar video diancam 9 tahun penjara.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
IST Tribunnews
Ilustrasi - Korban asusila di Nunukan Kalimantan Utara alami depresi 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Viral di sosmed, korban asusila di Nunukan depresi, pelaku & penyebar video diancam 9 tahun penjara.

Korban Asusila di Nunukan yang viral di sosial media (Sosmed) alami depresi.

Video asusila berdurasi 3 detik itu menyita perhatian publik. Pasalnya video tak senonoh itu melibatkan anak dibawah umur.

Baca juga: Polres Nunukan Jemput Pelaku Penyebar Video Asusila Anak di Bawah Umur di Sekolah Keagamaan Jateng

Kanit Idik 2,Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Polres Nunukan, Ipda Andre Azmi Azhari.
Kanit Idik 2,Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Polres Nunukan, Ipda Andre Azmi Azhari. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Tersangka pelaku sekaligus penyebar video asusila itu inisial ZR (16). Tersangka merupakan santri sebuah Pesantren di Jawa Tengah. Sementara korban inisial DA (17) berstatus pelajar SMP.

Saksi yang juga sempat berhubungan badan dengan DA yakni FH dan RG. Saksi berikutnya MH (perempuan). Semuanya berumur dibawah 15 tahun.

Ipda Kanit Idik 2,Tindak Pi dana Tertentu (Tipidter), Polres Nunukan, Andre Azmi Azhari, mengatakan korban mengalami depresi atas kejadian yang menimpa dirinya.

"Kondisi korban cukup tertekan. Sehingga kami arahkan kepada dinas perlindungan anak untuk memulihkan kondisi psikologis korban," kata Andre Azmi Azhari kepada TribunKaltara.com, Jumat (08/04/2022), pukul 14.30 Wita.

Selain itu, kata Andre pihaknya juga menggandeng instansi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Nunukan untuk memeriksa kondisi kejiwaan tersangka ZR.

"Kita tidak boleh mengabaikan hak anak. Tersangka juga anak dibawah umur. Motifnya menyebarkan video itu hanya iseng, tapi malah tersebar hingga viral," ucapnya.

Terhadap tersangka ZR diancam Pasal 29 ayat (4) UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dengan ancaman penjara 9 tahun.

"Tidak ada perlawanan dari korban saat kejadian, jadi tidak masuk ranah pemerkosaan. Fokus kami pada masalah ITE bukan masalah persetubuhan atau pemerasan," ujarnya.

Menurut Andre, tersangka ZR mengakui perbuatannya dan siap dimintai pertanggungjawabannya. Kendati begitu, kata Andre tersangka menolak untuk menikahi korban.

Namun saat ditanyai alasannya, Andre enggan beberkan hal itu ke publik.

Baca juga: Jelang Lebaran Agen Tiket Speedboat Reguler di Nunukan Sebut Harga Tiket tak Naik, Tetap Rp255 Ribu

"Ia ZR menolak untuk menikahi korban. Alasannya saya tidak bisa beberkan ke publik," tuturnya.

Andre mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Nunukan untuk selalu mengawasi pergaulan anaknya, utamanya yang masih dibawah umur.

"Kami minta agar orangtua mengawasi pergaulan anak-anaknya. Beberapa kasus yang kami tangani pelakunya orang dewasa, baru kali ini pelakunya anak dibawah umur," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved