Berita Kaltara Terkini

Soal Longsor Tambang Batubara di KTT, DLH Kaltara Sebut Sudah Terima Laporan, Hamsi: Kita Kaji Lagi

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara mengatakan, telah menerima laporan hasil investigasi di lapangan terkait kejadian longsor di tambang batubara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Kepala DLH Kaltara, Hamsi, ditemui di Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (13/4/2022) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara mengatakan, telah menerima laporan hasil investigasi di lapangan terkait kejadian longsor di tambang batubara milik PT PMJ, di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Peristiwa yang terjadi pada akhir Maret lalu ini, diketahui menewaskan satu orang pekerja dan satu orang pekerja lainnya dinyatakan hilang.

"Ini laporan dari DLH KTT yang investigasinya, laporannya sudah masuk ke saya," kata Kepala DLH Kaltara, Hamsi, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Longsor Ancam Daerah di Pesisir Sungai Malinau, Warga Usulkan Pembangunan Siring Dilanjutkan

Kendati sudah mendapatkan laporan, pihaknya belum dapat menentukan penyebab pasti peristiwa longsor di areal tambang batubara.

Lantaran menurut Hamsi, pihaknya masih harus mengkaji lebih lanjut hasil investigasi yang dilaporkan oleh DLH KTT ke DLH Kaltara.

Hamsi mengatakan, pihaknya akan segera mengkaji laporan yang didapatkan dari DLH KTT.

Baca juga: Longsor Tambang Batu Bara PT MMJ di KTT Ada Unsur Kelalaian? 2 Orang Tewas & 1 Masih Belum Ditemukan

"Paling lama seminggu, seharusnya secepatnya, kita juga akan evaluasi pengelolaan lingkungannya," tuturnya.

Menurut Hamsi, teguran bisa diberikan kepada pihak perusahaan jika terbukti terdapat kerusakan lingkungan alam.

Pencarian korban longsor batu bara di areal Tambang PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) beberapa waktu lalu.
Pencarian korban longsor batu bara di areal Tambang PT Pipit Mutiara Jaya (PMJ) beberapa waktu lalu. (HO/ BASARNAS TARAKAN)

Namun, jika yang terjadi akibat kesalahan manusia atau human error pihaknya akan menyerahkan kepada pihak Disnakertrans terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Kalau hanya human error itu nanti kaitannya dengan K3, kalau ada kerusakan lingkungan kita akan berikan teguran nanti," katanya.

Baca juga: Kabar Terbaru soal Longsor Tambang Batu Bara di Tana Tidung, Polres Bulungan Panggil 7 Orang Saksi

"Kerusakan lingkungan tidak begitu ini, tapi kita kaji lagi seberapa rusaknya," ujarnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved