Berita Tarakan Terkini

50 Ton Gula Bakal Tiba di Kota Tarakan Pekan Depan, Penuhi Kebutuhan Jelang Idul Fitri 1443 H

stok gula pasir akan tiba di Kota Tarakan. Ini dalam rangka memastikan ketersediaan dalam memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
lustrasi stok gula di salah satu swalayan di Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Dijadwalkan paling lambat pekan depan, stok gula pasir akan tiba di Kota Tarakan. Ini dalam rangka memastikan ketersediaan dalam memenuhi kebutuhan Ramadan hingga Idul Fitri 1443 Hijriah mendatang.

Dikatakan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Tarakan, Suharsana, setelah tiba, nanti akan didistribusikan kepada masyarakat. Sebelumnya, pihaknya mengusulkan 100 ton gula pasir untuk memenuhi kebutuhan.

Namun kondisinya, dari Bulog di pusat hanya memberikan alokasi kuota 50 ton.

Baca juga: Sudah Seminggu, Gula Pasir Malaysia Tak Ada di Pasaran Nunukan, Begini Penjelasan Dinas Perdagangan

“Jadi hanya setengahnya saja dari usulan kami. Tapi, mudahan karena ini sifatnya mendesak, maka nanti kalau datang, kami tetap ingatkan agar kebutuhan yang sesuai usulan kami bisa terpenuhi semua,” urai Suharsana.

Lebih lanjut dikatakan Suharsana, menyoal kendala terbatasanya pasokan gula pasir bukan berasal dari transportasi. Namun memang secara nasional lanjutnya, Bulog tidak mendapatkan penugasan.

Bulog selama ini sudah lama mengalami kekosongan gula pasir, namun karena untuk hari besar maupun kebutuhan Ramadan, meminta lagi ke pusat untuk segera dipenuhi.

Baca juga: Pedagang di Malinau Sebut Gula Pasir Malaysia Diminati Masyarakat, Ini Alasannya

“Kami minta seadanya dulu. Dengan 50 ton ini nanti distribusinya ke masyarakat dengan kemasan 50 kg,” sebutnya.

Ia melanjutkan, bisa juga nanti dijual kiloan. Namun pihaknya hanya mengikuti perintah dari pusat.
“ Waktu kami diberikan komoditi memang selalu diberikan perintah dan harga,” terangnya.

lustrasi stok gula di salah satu swalayan di Kota Tarakan.
lustrasi stok gula di salah satu swalayan di Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Saat ini, sesuai harga yang ditetapkan pusat sebesar Rp Rp13.500 per kg. Harga ini pun merata untuk semua masyarakat yang datang. Dengan alokasi 50 ton ini lanjutnya, diperkirakan sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Tarakan.

Dan saat ini pemasok gula bukan hanya Bulog satu-satunya, melainkan masih banyak pengusaha ritel lainnya yang menjual komoditi tersebut.

Baca juga: Gula Pasir dan Daging Alana asal Malaysia Beredar di Pasar, Gubernur Zainal Minta Pedagang Urus Izin

“Kan jangan sampai kami dianggap monopoli. Tapi, kita jangan terkesan tidak konsekuen. Karena kalau Bulog itu semua diatur ada Inpres sampai Peraturan Menteri Perdagangan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, Bulog wajib menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Menteri Perdagangan. Bulog juga masuk dalam tim Satgas Pangan, sehingga ikut mengawasi pendistribusiannya.

“Sudah ada informasi kalau gula pasir sudah berangkat, tinggal sampai ke Tarakan saja. Tapi gula pasir ini bukan dari gudang kami,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved