Mobil Baru

Pesaing Pajero dan Fortuner, Intip Spesifikasi Jeep Meridian Bakal Dipasarkan di Indonesia

Berikut ini spesifikasi Jeep Meridian yang akan segera launching di Indonesia.

jeep.com
Tampilan Jeep Meridian. (jeep.com) 

TRIBUNKALTARA.COM - Berikut ini spesifikasi Jeep Meridian yang akan segera launching di Indonesia.

Namun, PT DAS Indonesia Motor selaku general distributor merek Jeep di Tanah Air belum memberikan detail jadwal launching tipe Meridian di Indonesia.

Chief Operating Officer DAS Indonesia Motor, Dhani Yahya mengatakan, dimensi panjang Jeep Meridian akan seperti Fortuner.

"Lebarnya lebih kecil, dan lebih rendah juga. Aerodinamisnya lebih baik, sehingga kendaraan ini tetap nyaman,” kata Dhani Yahya dikutip TribunKaltara.com dari Kompas, Jumat (15/4/2022).

Baca juga: Intip Spesifikasi Chery EQ1, Mobil Mini Bertenaga Listrik Hadir di Indonesia

Lebih jauh Dhani Yahya memaparkan, Jeep Meridian yang akan masuk ke pasar otomotif Indonesia menggunakan mesin 2.0 liter yang mampu menghasilkan tenaga 170 Tk serta torsi maksimum mencapai 380 Nm.

“Tetapi untuk jenis penggeraknya hanya 4x2,” pprnya.

Lanjutnya, SUV yang bakal dijual di Indonesia ini menggunakan basis yang sama dengan Jeep Compass dengan dimensi panjang 4.769 mm.

Adapun lebarnya 1.859 mm, dan tinggi 1.682 mm, dengan wheelbase 2.794 mm.

Baca juga: Pentingnya Memperhatikan Kaca Spion Mobil Saat Mengemudi

Sport Utility Vehicle (SUV) tujuh penumpang saat ini banyak diminati oleh konsumen Indonesia.

Selain memiliki desain yang gagah, biasanya mobil ini juga dibekali dengan performa mesin yang bertenaga.

Dua model yang kerap bersaing di segmen tersebut adalah Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero.

Namun kini Jeep segera hadir bersaing dengan tipe Meridian.

Baca juga: Suzuki New Carry, Mobil Pickup yang Cocok untuk Menjalankan Usaha, Intip Spesifikasinya

Belum diketahui waktu pasti peluncuran resminya, namun pihak Jeep sudah mendaftarkan kendaraan yang digadang-gadang akan menjadi penantang Fortuner dan Pajero itu ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Kalau waktunya sendiri kami belum bisa pastikan, kami berharap ini akan bisa cepat masuk ke pasar Indonesia antara 2023 atau 2024," kata dia.

(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved