Berita Tarakan Terkini

Sebelum Inmendagri Keluar, Tarakan Ternyata Sudah Lama Masuk Dashboard Kemenkes Status PPKM Level 2

Kota Tarakan resmi kembali memasuki PPKM Level 2 per 11 April 2022 kemarin. Ini berdasarkan Imendagri Nomor 21 Tahun 2023 yang dikeluarkan Mendagri.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kota Tarakan resmi kembali memasuki PPKM Level 2 per 11 April 2022 kemarin. Ini berdasarkan Imendagri Nomor 21 Tahun 2023 yang dikeluarkan Mendagri Tito Karnavian.

Sebenarnya dikatakan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti, status level 2 sudah lama diberikan.

"Sebenarnya per 1 April 2022, kita masuk dalam dashboard Kemenkes itu sudah mencapai level 2. Tapi kan Inmendagri dua Minggu sekali baru terjadi perubahan. Makanya di Inmendagri yang baru kita masuk level 2, secara tertulisnya itu di tanggal 11 April kemarin," ujarnya.

Lantas apakah setelah ini, Tarakan bisa dinyatakan masuk endemi? Dikatakan dr Devi Ika Indriarti, tentu pihaknya menyiapkan proses menuju endemi.

Baca juga: Tak Ada Penambahan Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Tana Tidung, Tersisa 1 Orang

Salah satunya yakni dalam hal pelacakan kasus harus ditingkatkan. Kemudian vaksinasinya untuk dosis pertama dan kedua sudah melampaui target.

"Dosis pertama lansia sudah bagus. Jadi masih mengejar lansia. Kan kemudian juga kita mengejar untuk booster. Tidak menutup kemungkinan yang di TNI Polri membantu meningkatkan cakupan vaksinasi kita," ujarnya.

Ia menambahkan, sampai lebaran 1443 Hijriah nanti, masih diperbolehkan salat Idul Fitri karena masuk level 2.

Namun secara umum, untuk menuju era dari pandemi menjadi endemic, ditetapkan secara nasional. Yang terpenting sebenarnya saat ini, yang harus dilaksanakan mempertahankan kondisi tetap stabil.

"Jangan sampai terlalu baik. Sekarang kasusnya stabil dulu baru berubah ke adaptasi lalu ke endemi. Jadi masih panjang prosesnya dalam hal penetapan status dari pandemi menjadi endemi," urainya.

Ia berharap kepada masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. "Status Tarakan saat ini masih pandemi. Kan dari pemerintah pusat yang punya tupoksi menetapkan," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved