Berita Nunukan Terkini

Satgas Pamtas RI-Malaysia di Nunukan Keluhkan Pos Pantau Senilai Rp 80 Juta: Siapa yang Mau Tempati

Satgas Pamtas RI-Malaysia di Nunukan keluhkan pos pantau senilai Rp 80 juta: Siapa yang mau tempati.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
(HO/ Sobirin Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit)
Pos Pantau yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan di wilayah Sei Ular menggunakan dana CSR sebesar Rp80 Juta. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Satgas Pamtas RI-Malaysia di Nunukan keluhkan pos pantau senilai Rp 80 juta: Siapa yang mau tempati.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit mengeluhkan Pos Pantau yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan di wilayah Sei Ular.

Tahun 2021, Pemkab Nunukan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp80 juta mendirikan pos pantau Satgas Pamtas dari bahan kayu ulin dengan luas bangunan 15x5 meter persegi.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Azan Magrib di Nunukan Kalimantan Utara Hari Ini Selasa 19 April 2022 

Diketahui di wilayah perairan tersebut, kerap kali terjadi penangkapan warga Nunukan oleh aparat Malaysia dengan tuduhan melintas batas negara.

Perairan Sei Ular terbelah menjadi dua bagian. Bagian sungai yang lebih dalam merupakan wilayah Malaysia. Sementara yang agak dangkal milik Indonesia.

Ketika pasang surut, speedboat yang lewat di perairan Sei Ular itu, terpaksa memilih bagian yang lebih dalam alias milik negeri jiran Malaysia.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan mengatakan dari Satgas Pamtas sebelumnya hingga berganti saat ini, pos pantau tersebut tidak pernah ditempati.

Lantaran, kata Yudhi pos tersebut tidak layak untuk ditempati anggota Satgas Pamtas.

"Kalau mau personel kami yang diminta jaga di pos itu, silahkan dilengkapi fasilitasnya. Tempat tidur, kamar mandi, wc yang layak. Kalau ujuk-ujuk hanya dirikan bangunan siapa yang mau tempati," kata Yudhi Ari Irawan kepada TribunKaltara.com, Selasa (19/04/2022), sore.

Ia mengaku sering ditelepon oleh warga, baik dari Nunukan maupun Sei Ular untuk meminta perlindungan saat lewat kawasan perairan tersebut.

Warga khawatir ditangkap aparat Malaysia, apalagi di kawasan perairan Sei Ular mulai gelap pukul 18.00 Wita.

Baca juga: Baznas Nunukan Targetkan Himpun Zakat Rp 6,5 M, Sampaikan Capaian Zakat Fitrah, Muzakki Diimbau ini

"Pukul 17.00 Wita ke atas, kami sudah tidak mengizinkan speedboat berlayar. Namun, kalau sifatnya urgen seperti membawa orang sakit boleh setelah mendapatkan izin dari saya," ucapnya.

Agar tidak ada lagi penangkapan warga Nunukan oleh aparat Malaysia, Yudhi meminta atensi dari Pemkab Nunukan.

"Kalau sudah dibawa Polis Malaysia urusannya dengan saya. Jadi saya harap pos pantau jangan dibuat kosong gitu. Sayang dibuat tidak digunakan. Saya mau saja tempatkan 5 personel di situ. Kami siap dukung Pemda, tapi kalau nggak ada respon gimana," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved