Berita Tarakan Terkini

Masuk Pekan ke 3 Puasa Ramadan di Tarakan, Cabai Merah Turun Rp 10 Ribu, Rawit Hijau Naik Rp 20 Ribu

Masuk pekan ke 3 puasa Ramadan di Tarakan, cabai merah turun Rp 10 Ribu, rawit hijau naik Rp 20 ribu.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Salah satu komoditas jenis cabai merah besar justru mengalami penurunan di pekan ketiga Ramadan sekitar Rp 10 ribu. Harga sebelumnya sekitar Rp 60 ribu dan per 18 April 2022 kemarin mencapai Rp 50 ribu per kg. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Masuk pekan ke 3 puasa Ramadan di Tarakan, cabai merah turun Rp 10 Ribu, rawit hijau naik Rp 20 ribu.

Menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah, salah satu komoditas pangan yang kerap langganan mengalami kenaikan yakni cabai.

Ini diakui Hari Wijaya Putra, Kabid Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan.

Baca juga: Disnaker Tarakan tak Ada Posko Pengaduan THR, Agus Sutanto Sebut Tetap Layani Jika Ada yang Melapor

Pantauan kenaikan harga cabai di sejumlah pasar per 18 April 2022 kemarin, justru mengalami penurunan memasuki pekan ketiga puasa.

Harganya per 18 April khusus cabai merah besar terpantau Rp 50 ribu per kg. Terjadi penurunan harga sebesar Rp 10 ribu per kg sehari sebelumnya yakni seharga Rp 60 ribu per kg.

Kemudian dilanjutkan Hari, untuk cabai hijau besar terpantau per 18 April 2022 di kisaran Rp 40 ribu dari sebelumnya mencapai Rp 45 ribu per kg.

Lalu ada pula jenis cabai keriting tercatat Rp 60 ribu dari sebelumnnya Rp 65 ribu atau ada penurunan sebesar Rp 5 ribu. Kemudian, di jenis cabai tiung kapal sebesar Rp 45 ribu dari sebelumnya tercatat Rp 50 ribu.

Namun lanjut Hari, khususnya cabai rawit hijau terpantau Rp 120 ribu dari sebelumnya hanya Rp 100 ribu per kg.

“Memang kalau cabai, itu mengikuti cuaca. Naik harganya bisa karena pasokan yang didatangkan tidak banyak karena cabai mudah busuk,” beber Hari.

Ia menjelaskan, hanya di jenis cabai rawit hijau yang masih bertahan dan mengalami kenaikan. Minggu lalu pun harganya masih di posisi Rp 100 ribu per kg lanjutnya.

Pengaruhnya lanjut Hari, kondisi barang yang tidak tahan disimpan dalam jangka waktu lama, sehingga tidak bisa kapasitas didatangkan dalam jumlah besar.

“Kedua termasuk cuaca. Tentu pedagang tidak mau rugi besar kalau datangkan banyak,” urainya.

Baca juga: BPJAMSOSTEK Sosialisasikan Manfaat Program Secara Masif bagi Anggota KORPRI di Kota Tarakan

Ia menambahkan, yang terpenting lanjutnya, ketersediaan stok masih dipastikan terjaga pihaknya sampai menghadapi momen Idul Fitri 1443 Hijriah.

Salah seorang pedagang di pasar, Zai mengakui, memang terjadi penurunan harga di beberapa jenis cabai seperti cabai keriting dan cabai merah ukuran besar.

“Yang naik Cuma yang hijau kecil ini karena tidak banyak datang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved