Ramadan

Bulan Ramadan Masa Meleburkan Dosa, Bacaan Sayyidul Istigfar Doa Utama Taubat Nasuha Arab dan Latin

Bulan suci Ramadan merupakan masa untuk meleburkan dosa, berikut bacaan Sayyidul Istigfar, doa utama bagi umat Muslim untuk aubat Nasuha Arab & Latin.

Pixabay
Ilustrasi orang berdoa 

TRIBUNKALTARA.COM - Bulan suci Ramadan merupakan masa untuk meleburkan dosa.

Mumpung masih dalam bulan suci Ramadan, maka baik kiranya bagi umat Muslim untuk taubat nasuha.

Dalam artikel ini, pembaca akan disajikan bacaan Sayyidul Istigfar, yang merupakan doa utama bagi umat Muslim untuk taubat nasuha.

Dalam artikel ini pula, bacaan doa Sayyidul Istigfar akan disajikan lengkapdengan bahasa Arab & latin.

Baca juga: Mumpung Masih Ramadan, Manfaatkan untuk Bertaubat, Baca Sayyiddul Istigfar Doa Utama untuk Taubat

Berikut ini bacaan Sayyidul Istigfar, yang merupakan doa utama untuk taubat nasuha.

Bulan Ramadhann termasuk waktu yang paling baik untuk taubat nasuha.

Dengan sisa bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, masih belum terlambat untuk memulainya sekarang.

Bacaan Sayyidul Istigfar tesaji dalam berita.

Di bulan maghfirah (ampunan) dan ijabah (pengabulan) ini, akan sangat rugi jika kita hanya berdiam diri tanpa menuju atau berusaha untuk menggapai ampunan dan ridha-Nya.

Dikutip TribunKaltara.com dari nu.or.id, dalam kitab Thahârah al-Qulûb wa al-Khudlû’ li ‘Allâm al-Ghuyûb, di bab “fî al-Isti’ânah wa Dzikr Ramadhân”, Sayyid Abdul Aziz al-Darani (w. 697 H) memberikan nasifat kontemplatif agar manusia lekas bertobat.

Wahai hamba-hamba pendosa, inilah saatnya inabah (tobat). Wahai hamba-hamba yang lalai dari kebenaran, padahal telah dibukakan pintunya. Bersiaplah kalian untuk diterima, karena sekarang (Ramadhan) adalah waktunya pengijabahan (dikabulkan). Adam, ayah kalian, menangis karena satu dosa selama tiga ratus tahun (maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai mata [QS. Al-Hasyr: 2]).”

Baca juga: Ustadz Abdul Somad: Ramadhan Waktu Terbaik untuk Bertaubat kepada Allah

“Wahai hamba-hamba yang melakukan dosa, waspadalah atas ketergelinciran. Sebab, (sebuah kesalahan) bisa membuat orang yang mencintai mengatakan: (inilah perpisahan antara aku dan kau [QS. Al-Kahf: 78]). Bencana terbesar adalah perjalanan kendaraan menuju negeri Sang Kekasih (Allah yang Maha Mencintai) sementara dalam perjalanan mereka telah menyia-nyiakan waktu.”

Olehnya itu, mumpung masih dalam momen Ramadhan, dianjurkan untuk segera menyesali dosa-dosa dengan bertaubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha).

Dikutip TribunKaltara.com dari channel Youtube TAMAN SURGA.NET, Ustadz Abdul Somad menjelaskan mengenai golongan yang tidak diampunkan dosanya adalah orang yang menyekutukan Allah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved