Kumpulan Pantun
Kumpulan Pantun Agama, Penuh Makna dan Motivasi Diri, Bisa jadi Pengingat
Nilai-nilai kebaikan dalam agama bisa diajarkan dengan banyak cara.Salah satunya menyampaikan pesan kebaikan melalui pantun agama
TRIBUNKALTARA.COM- Nilai-nilai kebaikan dalam Agama bisa diajarkan dengan banyak cara.
Salah satunya menyampaikan pesan kebaikan melalui pantun agama.
Jenis pantun ini mendasarkan isi pantun yang sesuai dengan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Agama.
Dalam pantun agama, dapat digunakan sebagai media untuk menyeru, mengarahkan serta mengajak orang untuk berbuat baik sesuai dengan yang diajarkan dalam Agama.
Pesan dalam pantun agama juga sarat makna dan penuh motivasi diri untuk berbuat lebih baik.
Dalam pantun agama juga menjadi pengingat.
Dalam artikel ini simak kumpulan pantun agama.
Bisa dibagikan juga ke teman, sahabat, keluarga maupun sebagai bahan saat mengisi kegiatan keagamaan.
Baca juga: Kumpulan Pantun Lengkap dengan Berbagai Tema, Teka-teki, Nasihat, Jenaka, dan Cinta
Baca juga: Kumpulan Pantun Lebaran Lucu dan Kreatif untuk Dibagikan di Hari Raya Idul Fitri
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Maha Esa
Anak gembala mencari rumput
Teriknya panas siang hari
Kalau malaikat IZRAIL telah menjemput
Kemanakah tempat kita berlari
Ada pasir ada pula tanah
Batang pohon punya dahan
Umur panjang itu amanah
Tanggung jawabnya kepada Tuhan
Tukang kayu membuat peti
Peti yang bagus dari kayu jati
Bersihkan diri dan sucikan hati
Jauhkan sifat iri dan dengki
Adik pergi ke kedai membeli halia
Emak pun memesan membeli laksa
Jadilah insan yang berhati mulia
Baik hati berbudi bahasa
Air dan api selalu berlawanan
Langit dan bumi berjauhan
Jika hati penuh kedengkian
Siapa orang yang hendak berteman
Akar padi kuat ditanam
Buah jatuh ke dalam sumur
Budi pekerti hendaklah ditanam
Agar tak menyesal di dalam kubur
Anak bangsawan menari tarian melayu
Rentak irama dengan hitungan delapan
Puasa Ramadhan di ambang pintu
Salah dan Khilaf tolong maafkan
Asam asin mangga dua
Suka dimakan si anak dara
Biarpun kita banyak harta
Janganlah lupa bersyukur pada Yang Maha Kuasa
Ayu wajahmu bak rembulan
Tak bisa berpaling untuk memandang
Jika sudah tak ada harapan
Cukuplah mengadu dengan sembahyang
Azan magrib berkumandang
Langit jadi kuning cahayanya
Sudah berkali-kali dikau ku pandang
Sungguh baik tingkah lakunya
Banyaklah hari antara hari
Tiada semulia hari Jum'at
Banyaklah nabi antara nabi
Tiada semulia Nabi Muhammad
Belatuk bertengger di atas dahan
Terbang pergi ke lain pohon
Hidup mati ini ditangan Tuhan
Kepada Allah-lah kita memohon
Biar uang punya segudang
Biar punya kapal terbang
Nanti bila amal telah ditimbang
Kita tak akan mampu menentang
Bila hidup tidak beriman
Banyak orang fitnah memfitnah
Bila kita mengikuti bisikan setan
Kebaikan hilang marwah pun punah
Buah apel dibelah tiga
Dimakan satu tinggal dua
Kalau anda ingin masuk surga
Jangan lupakan jasa orang tua
Buah pepaya dibelah dua
Dimakan satu tinggallah satu
Janganlah pernah berbuat dosa
Masuk neraka siapa yang kan membantu
Buah kelapa dibelah tiga
Dimakan satu tinggallah dua
Janganlah lupa pada orang tua
Agar kita bisa masuk surga
Burung merpati hinggap di laman
Cenderawasih tinggi di awan
Tabahkan hati tetapkan iman
Tak akan hilang arah tujuan
Cabutlah singkong sampai berurat
Tanah digali mawar pun berkembang
Wahai gadis tutuplah itu aurat
Agar engkau dihargai sang kumbang
Cari lebah bersarang besar
Jangan tersengat racun berbisa
Janji Allah adalah benar
Jangan tertipu kehidupan dunia
Bunga melati indah di taman
Di kota Medan tumbuh merekah
Bersihkan hati kuatkan iman
Bulan Ramadhan yang penuh berkah
Berwarna indah bunga melati
Harum baunya dekat Melinda
Jagalah lidah jagalah hati
Agar pahala berlipat ganda
Ada lalat ada larva
Merusak semangka dan pepaya
Jika sholat sudah dilupa
Pasti neraka tujuan akhirnya
Pergi ke kali membasuh diri
Anak kecil mandi berlari-lari
Bersihkan diri sucikan hati
Menyambut hari yang fitri
Belanja ke pasar membeli jamu
Jamu diminum dengan gelas kaca
Sayangilah keluargamu
Lindungi mereka dari api nerak
Bertamasya ke kota lama
Berfoto ria sambil melihat-lihat
Belajarlah ilmu agama
Agar selamat dunia akhirat
Kayu jati dipotong dengan kapak
Memotongnya bersama-sama
Berbaktilah pada ibu bapak
Laksanakan perintah agama
Membangun titik temu
Datang ke sekre, hadiri rapat
Jagalah pandanganmu
Menunduklah dalam taat
Dagangan kemarin sudah laku
Menerima pesanan banyak ralat
Sampaikanlah dariku
Walau satu ayat
Menanam wortel di kebun Nana
Memanennya tanpa berbohong
Berjalanlah dengan sederhana
Jangan kauberjalan dengan sombong
Meminta izin untuk bertemu
Sulit dirasa oleh niat
Belajarlah hai orang berilmu
Niscaya derajatmu diangkat
Guru SMP sangatlah ramah
Mengajarnya pun sangatlah nyaman
Mari kita salat berjamaah
Tegakkan Islam bangkitkan peradaban
Ayah pulang bawa buah tangan
Diberikan kepadaku dan Kak Kanya
Saling menasihati untuk kebaikan
Dan jangan sebaliknya
Kakek ke hutan membawa kapak
Pergi bersama teman berjumlah dua
Bakti dan sayanglah pada ibu bapak
Ridha Allah ridha orang tua
Setelah memilih, membayar di kasir
Lihatlah diri yang banyak teman
Jangan engkau berlaku mubazir
Mubazir teman Setan
Hening suara krik krik krik
Ramai suara bruk bruk bruk
Ikutilah teman yang baik
Jangan ikuti teman yang buruk
Membaca buku berjudul “Rahasia”
Mengingat nama dengan teman-teman
Bersabarlah hai manusia
Bersama kesulitan ada kemudahan
Belajar IPA di siang yang terik
Rasanya seperti kapal karam
Hai manusia, bicaralah yang baik
Atau lebih baik diam
Semua ilmu tentang berpikir
Semua gelap tentang malam
Banyak-banyaklah berzikir
Agar hati menjadi tenteram
Tas dan motorku raib
Dijambret orang yang sudah lari
Jangan lupa salat wajib
Lima waktu dalam sehari
Mengarungi samudra, kapal
Mengarungi daratan, bus raya
Ibadah sunah jangan mudah ditinggal
Ingat-ingatlah pahalanya
Terdengar suara kendang
Berdendang di tengah keramaian
Azan berkumandang
Mari raih kemenangan
Malam gelap diterangi bulan
Bercahaya dari luar mal
Jika sudah berpenghasilan
Jangan lupa bayar zakat maal
Adik sudah mulai menggigil
Di tengah film yang muali tamat
Azan sudah memanggil
Mari bergegas salat Jumat
Pergi berhaji ke kota Makkah
Tak lupa berbekal roti
Mari kita bersedekah
Bersihkan diri bersihkan hati
Lutut adik terlihat berdarah
Pulang bermain sambil menangis
Mari rajin puasa sunah
Contohnya seperti Senin Kamis
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/kumpulan-pantun-23062021.jpg)