Berita Kaltara Terkini

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Inflasi jadi Atensi Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang

Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum meminta segenap pihak untuk saling berkoordinasi dalam menekan inflasi di daerah.

Editor: Amiruddin
HO/Pemprov Kaltara
Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum meminta segenap pihak untuk saling berkoordinasi dalam menekan inflasi di daerah. 

TRIBUNKALTARA.COM - Melaui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum meminta segenap pihak untuk saling berkoordinasi dalam menekan inflasi di daerah.

Gubernur menegaskan, seluruh pemangku kepentingan dapat berkoordinasi untuk menjaga stabilitas harga. Utamanya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Perlu diketahui tingkat inflasi di Kaltara tahun 2022 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021.

Namun tetap terkendali dalam sasaran inflasi 3+1%. Meningkatnya tekanan inflasi Kaltara tahun ini diperkirakan akibat mulai meningkatnya domestic demand seiring dengan penurunan level PPKM pada awal tahun ini.

Tak hanya itu adanya momen besar seperti hari besar keagamaan nasional (HBKN) Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri serta perayaan-perayaan seperti Hari Ulang Tahun Kaltara, Festival Budaya Iraw, serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga turut menjadi faktor penyebab meningkatnya tekanan inflasi.

Baca juga: Ramaikan Bedug Sahur, Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan Berbaur Bersama Warga Tanjung Selor

Karena itu, Gubernur Kaltara berharap kepada TPID baik di tingkat Provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan kepolisian, satgas pangan, Bulog, serta instansi terkait lainnya.

Untuk merumuskan upaya-upaya yang dibutuhkan dalam pengendalian inflasi di daerah sesuai kewenangan masing-masing.

"Saya berharap TPID tidak hanya menyasar persoalan yang memicu gejolak harga dengan melalui pendekatan yang bersifat jangka pendek.

Namun secara bertahap memberikan solusi atas berbagai persoalan yang sifatnya struktural, seperti peningkatan produktifitas, kelancaran distribusi, dan struktur pasar yang efisien," jelasnya via rilis ke TribunKaltara.com.

Salah satu upaya yang dilakukan dalam melakukan stabilisasi harga ialah melaksanakan Kegiatan Pengawasan Barang dan Pasar Murah. (*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved