Ramadan

LENGKAP Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Fitri Bahasa Arab dan Artinya, Ini Tata Cara Salat Ied & Doa

Lengkap bacaan niat mandi sunnah Idul Fitri berbahasa Arab dan artinya, ini tata cara salat Ied & doa, berikut pula sunnah yang dilakukan Nabi.

KOLASE TRIBUNPONTIANAK
Ilustrasi mandi sunnah sebelum salat Idul Fitri. 

TRIBUNKALTARA.COM - Lengkap bacaan niat mandi sunnah Idul Fitri berbahasa Arab dan artinya, ini tata cara Salat Ied & doa, berikut pula sunnah yang dilakukan Nabi.

Merayakan Idul Fitri, tentu akan semakin afdal saat seorang muslim menjalankan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Mulai dengan cara mandi sunnah sebelum salat Idul Fitri, sampai mengetahui bagaimana tata cara dalam menjlanakan Salat Ied.

Dalam artikel ini, akan disajikan bacaan niat mandi shalat Idul Fitri sampai pada tata cara Salat Ied, dilengkapi dengan doa.

Baca juga: Cocok Dibagikan di Medsos saat Idul Fitri, Berikut Kumpulan Pantun Lebaran Menghibur dan Kreatif

Salat Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid Baitul Izzah Islamic Center Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (13/5/2021). (TribunKaltara.com / Andi Pausiah)
Ilustrasi - Salat Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid Baitul Izzah Islamic Center Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (13/5/2021). (TribunKaltara.com / Andi Pausiah) (TribunKaltara.com / Andi Pausiah)

Salah satu amaliah yang dianjurkan di hari raya Idul Fitri (dan Idul Adha) adalah mandi sunnah sebelum shalat id.

Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 437) sebagai berikut:

والاغتسال في صبيحة يومه

Artinya, “Mandi pagi di hari itu (Hari Id).”

Yang dimaksud mandi di sini bukan mandi biasa, tetapi mandi di pagi hari dengan mengguyur seluruh tubuh dan anggota badan, yakni dari rambut di kepala hingga telapak kaki dengan air.

Dikutip TribunKaltara.com dari nu.or.id, waktu pelaksanaan mandi bisa sebelum atau setelah shalat subuh di pagi hari itu sebagaimana petunjuk Imam al-Ghazali di atas.

Atau jauh sebelumnya, yakni mulai tengah malam sebagaimana penjelasan Syekh al-Baijuri dalam kitabnya Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al- Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ (Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyyah, 1999) Cetakan 2, Juz I, hal. 153 sebagai barikut:

ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل

Artinya, “Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam.”

Adapun lafal niatnya sebagaimana petunjuk Syekh al-Baijuri dalam kitab tersebut sebagai berikut:

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved