Berita Malinau Terkini

Perjuangan Warga Bahau Hulu Merujuk Pasien ke RSUD Malinau, Harus Seberangi Arus Jeram Sungai Bahau

Seperti inilah potret perjuangan warga Kecamatan Bahau Hulu, Malinau mengantar pasien ke ibu kota kabupaten.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
HO / Roni Manan
Warga dan keluarga mengantar 3 pasien rujukan dari Kecamatan Bahau Hulu menuju ke Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (3/5/2022) lalu. (HO / Roni Manan) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Beginilah potret perjuangan warga Kecamatan Bahau Hulu, Malinau mengantar pasien ke ibu kota kabupaten.

Warga Bahau Hulu yang memerlukan rujukan pelayanan kesehatan, harus menyeberangi arus jeram Sungai Bahau menuju ke bandara di kecamatan tetangga.

Hal ini disebabkan landasan pacu lapangan terbang (Lapter) Long Alango belum memadai.

Warga yang sakit dan perlu dirujuk, harus menyeberang ke Kecamatan Pujungan.

Warga dan keluarga mengantar 3 pasien rujukan dari Kecamatan Bahau Hulu menuju ke Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (3/5/2022) lalu.
(HO / Roni Manan)
Warga dan keluarga mengantar 3 pasien rujukan dari Kecamatan Bahau Hulu menuju ke Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (3/5/2022) lalu. (HO / Roni Manan) (HO / Roni Manan)

Perjuangan warga mengarungi arus jeram Sungai Bahau mengantar pasien rujukan diabadikan oleh Tokoh Pemuda Bahau Hulu, Roni Manan.

Tokoh pemuda sekaligus peggiat media sosial tersebut bercerita, momen tersebut diabadikan pada 3 Mei 2022, atau bertepatan hari ke-2 lebaran Idul Fitri 

Roni bersama sejumlah masyarakat desa mengantar 3 pasien, warga Bahau Hulu yang harus dirujuk ke RSUD Malinau.

"3 Mei 2022, kami mengantar 3 orang pasien dari Desa Long Alango menuju Desa Pujungan menggunakan Long Boat.

Saat itu memang air sungai besar, jadi sedikit memudahkan kami menyeberang," ujarnya saat dihubungi TribunKaltara.com, Sabtu (7/5/2022).

Baca juga: Rumah hingga Sekolah Rusak Akibat Banjir, Siswa di Desa Long Pada Malinau tak Punya Tempat Belajar

Kecamatan Bahau Hulu juga memiliki lapangan terbang, namun karena keterbatasan, hanya pesawat tipe tertentu yang bisa mendarat di landasan pacu Bandara Perintis Long Alango.

Roni menjelaskan, saat mengantar pasien rujukan melalui Sungai Bahau, debit air sangat mempengaruhi kelancaran penyeberangan.

Jika air sungai meninggi, Sungai Bahau dapat dengan mudah dilalui sekira 1 jam perjalanan.

Sebaliknya, jika debit air sungai turun, perjalanan akan memakan waktu hingga dua kali lipat.

"Kalau air sungai besar, seperti kemarin, itu lebih mudah dilalui. Tapi kalau air Sungai surut, itu yang sulit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved