Berita Malinau Terkini

Bupati Malinau Surati Kemmenterian Perhubungan, Peningkatan Bandara Perintis Long Alango Bahau Hulu

Persoalan pengembangan Bandara Perintis di Kecamatan Bahau Hulu direspon oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Roni Manan
Warga dan keluarga mengantar 3 pasien rujukan dari Kecamatan Bahau Hulu menuju ke Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (3/5/2022) lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Persoalan pengembangan Bandara Perintis di Kecamatan Hulu direspon oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa.

Sebelumnya, persoalan tersebut telah disampaikan langsung oleh Masyarakat Bahau Hulu saat kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati ke 2 wilayah tersebut.

Saat dikonfirmasi TribunKaltara.com, Wempi W Mawa menyampaikan usulan pengembangan Bandara perintis tersebut telah ia sampaikan melalui Pemerintah Provinsi Kaltara.

Baca juga: Update Jadwal Penerbangan Pesawat Rute Perintis di Malinau 2022, Ini Rincian Harga Tiket Terbaru

Pemerintah Kabupaten Malinau lanjut Wempi, telah bersurat ke Kementerian dan meminta Dishub Provinsi untuk mengusulkan peningkatan landasan pacu bandara tersebut.

"Ini juga catatan kami kemaren saat kunjungan kerja saya dan rombongan ke Pujungan dan Bahau Hulu. Kami sudah bersurat ke kementerian perhubungan yang berwenang melalui Provinsi," ujarnya, Rabu (11/5/2022).

Baca juga: Akses di Perbatasan Sulit, Lama Warga Bahau Hulu Nantikan Pengembangan Bandara Perintis Long Alango

Wempi W Mawa menerangkan, Pemkab Malinau telah meminta secara khusus melalui Pemerintah Provinsi Kaltara agar memprioritaskan peningkatan Bandara Perintis Long Alango.

Utamanyakeperluan darurat seperti penanganan kesehatan.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat ditemui du Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (11/5/2022)
Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat ditemui du Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (11/5/2022) (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Satu-satunya akses tercepat adalah melalui bandara di kecamatan yang membawahi 5 desa yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia tersebut.

Maskapai penerbangan MAF yang menjalankan misi kemanusiaan di wilayah tersebut, tidak dapat mendarat di Bandara tersebut karena kondisi landasan pacu.

Baca juga: Kecamatan Sungai Boh Terbatas Akses, Camat Beber Urgensi Perbaikan Jalan & Bandara Perintis

"Kami telah bersuray secara resmi sejak beberapa waktu lalu. Karena untuk kondisi penanganan kesehatan, sangat-sangat dibutuhkan segera.

Kami banyak berharap agar peningkatan Bandara ini menjadi prioritas. Minimal landasan pacu bisa diaspal untuk memudahkan," ungkapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved