Berita Nunukan Terkini

Kenal dari TikTok, Remaja Pria Jadi Pelampiasan Nafsu Depresi, Mantan PSK Diamankan Polres Nunukan

Terduga mantan PSK diamankan ke Polres Nunukan atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pelajar laki-laki in(16), Jumat (20/0

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO- Irfan sepupu korban
Kedekatan terduga pelaku SR dengan korban R sempat diabadikan melalui foto bareng menggunakan Handphone korban. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Terduga mantan pekerja seks komersial (PSK) inisial SR (43) sudah diamankan ke Polres Nunukan atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pelajar laki-laki inisial R (16), Jumat (20/05), sore.

Kapolres Nunukan, AKBP Ricky Hadiyanto melalui Plt Kasi Humas Polres Nunukan Iptu Supriadi mengatakan, terduga pelaku SR diamankan di Jalan Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat, tempatnya bekerja mengikat rumput laut (mabettang).

"Kemarin terduga pelaku itu sudah kami amankan ke Polres Nunukan, setelah ada laporan masuk dari ibu korban. Saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan," kata Supriadi kepada TribunKaltara.com, Sabtu (21/05/2022), pukul 11.35 Wita.

Baca juga: RSUD Nunukan Siapkan Tiga Dokter Spesialis, Tangani Remaja Korban Pelampias Nafsu Mantan PSK

Supriadi menjelaskan, komunikasi antara korban dengan terduga pelaku mulai Maret 2022 lalu. Keduanya berkenalan melalui aplikasi TikTok hingga berlanjut chatingan WhatsApp.

Korban R merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kedua orangtuanya bekerja di Keningau, Malaysia.

Ia mulai sering menemui terduga pelaku, setelah SR mau menjadikan R sebagai anak angkatnya.

Baca juga: Remaja 16 Tahun di Nunukan Jadi Pelampias Nafsu Perempuan Mantan PSK, Korban Alami Depresi Berat

"Di Nunukan korban tinggal di asrama sekolah. Dari cerita orangtua dan guru korban, selesai jam sekolah, korban sering minta izin kepada kepala asrama untuk beribadah. Ternyata pergi ke kos perempuan itu," ucapnya.

Menurut pengakuan ibu korban, kata Supriadi, R sering dikirimkan foto vulgar oleh perempuan yang diduga merupakan mantan PSK itu. Hal itu membuat korban menjadi sering menemui terduga pelaku di kosan tempat tinggal SR.

Hingga akhirnya, korban R dijadikan pemuas nafsu SR berkali-kali.

Korban pelecehan oleh mantan PSK, ketika didoakan para pembezuk yang datang menjenguknya, di RSUD Nunukan, Jumat (20/05/2022), pagi. (TribunKaltara.com/ Febrianus Felis)
Korban pelecehan oleh mantan PSK, ketika didoakan para pembezuk yang datang menjenguknya, di RSUD Nunukan, Jumat (20/05/2022), pagi. (TribunKaltara.com/ Febrianus Felis) (TribunKaltara.com/Febrianus Felis)

"Dari cerita ibu korban, perempuan itu sering mengirim foto vulgar kepada korban. Ya mungkin saja, namanya anak remaja rasa ingin tahu lebih banyak. Hingga terjadi pelecehan berkali-kali," ujarnya.

Supriadi menuturkan, pertemuan hingga berujung pelecehan yang dialami korban membuat perilaku R mengalami perubahan drastis di sekolah.

R yang dikenal siswa yang ceria, kini cenderung melamun dan sering didapati gurunya berbicara seorang diri.

Baca juga: Gunakan WhatsApp Jajakan PSK di Balikpapan, JR Terjerat Prostitusi Online, Terancam 6 Tahun Penjara

"Padahal anaknya dikenal selalu ceria. Akhirnya karena gurunya penasaran, dilakukan pendekatan hingga anak itu mau cerita kejadian sebenarnya kepada gurunya. Lalu guru ceritakan kepada orangtua korban di Malaysia," tuturnya.

Saat ini korban mengalami depresi berat atau trauma dan dirawat di RSUD Nunukan. Sementara itu, penyidik Polres Nunukan masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Termasuk hal yang membuat korban menjadi depresi berat.

"Penyidik masih periksa terduga pelaku itu. Apa motifnya termasuk juga apakah dia memang benar mantan PSK. Unsur penerapan pasal nanti setelah rangkaian gelar perkara selesai," ungkapnya.

Kemudian mengenai obat-obatan yang sempat diberikan terduga pelaku kepada korban, juga masih didalami penyidik.

Baca juga: Tersangka Penganiayaan PSK Kopi Pangku, Perampok & Pembobolan ATM di Tenggarong Akhirnya Buka Suara

"Katanya vitamin tapi perlu pembuktian jenis obatannya apa, tersangka masih diamankan belum dilakukan pemeriksaan mendalam," imbuhnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved