Berita Kaltara Terkini

Gubernur Kaltara Akui Begadang Sebelum Pelantikan, Zainal Paliwang: Jam Setengah 4 Baru Bisa Tidur

Gubernur Kaltara akui begadang sebelum pelantikan, Zainal Paliwang: Jam setengah 4 baru bisa tidur.

TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang ditemui usai melantik 18 formasi jabatan JPT Pratama di lingkungan Pemprov Kaltara, Senin (6/6/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Gubernur Kaltara akui begadang sebelum pelantikan, Zainal Paliwang: Jam setengah 4 baru bisa tidur.

Memilih nama pejabat JPT Pratama rupanya bukan perkara mudah.

Paling tidak hal itu terlihat dari pengakuan Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang yang sulit tidur sebelum memilih nama pejabat yang akan ia lantik.

Baca juga: Dilantik Gubernur Kaltara Jadi Kepala DPMPTSP, Ferry Ferdinand Bohoh Sebut Kenal Jaringan Investor

Dirinya mengaku begadang atau baru dapat tidur malam hingga lewat dini hari jelang pagi hari, akibat banyaknya masukan yang harus ia pertimbangkan sebelum memilih nama pejabat JPT Pratama.

"Saya terus terang tadi malam jam setengah 4 baru bisa tidur," kata Zainal Paliwang, Senin (6/6/2022).

"Untuk meminta petunjuk siapa yang terbaik diantara yang terbaik, dari berbagai masukan dan informasi saya tampung semua," ujarnya.

Gubernur Zainal tidak menampik, cukup banyak intervensi yang datang kepada dirinya sebelum memilih nama-nama pejabat. Intervensi tersebut, kata Zainal, juga datang lewat keluarganya.

Tetapi pihaknya memastikan, nama-nama yang telah dipilih dan dilantik pagi tadi adalah murni keputusannya pribadi setelah melewati berbagai pertimbangan yang ada.

"Tekanan-tekanan cukup banyak, banyak intervensi-intervensi, intervensi itu masukan-masukan, kenapa harus ini kenapa harus itu, tapi Alhamdulillah saya tegar," ujarnya.

Kepada para pejabat yang dilantik, Mantan Wakapolda Kaltara itu mengingatkan akan pentingnya pakta integritas.

Baca juga: Wakil Ketua Andi Hamzah Sebut Khaeruddin Arief Hidayat Masih Anggota DPRD Kaltara, Ini Mekanisme PAW

Di mana pejabat yang dinilai tidak perform dalam 3-6 bulan ke depan harus mengundurkan diri.

"Tadi ada pakta integritas, kesungguhan mereka pada posisi yang sekarang, kalau tidak ada inovasi perubahan yang mereka buat ya harus mundur," ujarnya.

"Artinya mereka harus punya keberanian untuk melakukan perubahan, jika dipercayalan disuatu jabatan harus memberikan bukti kalau kita itu siap kita itu sanggup," tuturnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved