Berita Malinau Terkini

Begini Alasan Harga Sawit Masih Rendah di Malinau, Ketetapan Standar Harga Beli Disepakati Bersyarat

Pertemuan awal terkait stabilitas harga sawit yang difasilitasi Dinas Pertanian Malinau melahirkan sejumlah kesepakatan.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Pabrik Pengolah Kelapa Sawit PT BBS di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pertemuan awal terkait stabilitas harga sawit yang difasilitasi Dinas Pertanian Malinau melahirkan sejumlah kesepakatan.

Dalam rapat yang digelar kemarin, Rabu (15/6/2022) Pemkab Malinau mempertemukan petani sawit melalui Apkasindo Malinau dan manajemen PT Bukit Borneo Sejahtera (PT BBS).

PT BBS merupakan satu-satunya perusahaan kelapa sawit (PKS) yang memiliki pabrik penghasil CPO sekaligus penampung hasil panen sawit di Malinau.

Baca juga: Harga Terendah Sawit Rp 2246/Kg,di Kabupaten Malinau, Perusahaan Bakal Grade Buah Petani

Masalah yang menjadi pembahasan utama dalam forun tersebut adalah kestabilan harga beli sawit pasca larangan ekspor CPO dicabut.

Saat dikonfirmasi mengenai keluhan petani terkait harga beli sawit yang dinilai di bawah standar harga beli sawit di Malinau, Manajemen PT BBS mengemukakan sejumlah penyebab hal tersebut.

Baca juga: Kemitraan PSR untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Harga Jual Berdasarkan Kualitas TBS Sawit dari Petani

General Manager PT BBS di Malinau, Dadan menjelaskan standar harga beli di angka Rp 1.850 ribu per kilogram dikarenakan faktor kualitas dan rendemen buah sawit.

Saat ini, Perusahaan kata Dadan tidak menerapkan grading atau sorting buah. Karena jika mekanisme ini diterapkan, banyak buah petani yang tidak akan diserap.

"Ini berkaitan dengan kualitas buah. Sangat berkaitan. Jadi dari BBS ambil batas standar bawah. Kan kasian petani jika sudah jauh-jauh datang, buah ditolak," ujarnya, Kamis (16/6/2022).

i
General Manager PT BBS Unit Malinau, Dadan saat diwawancarai awak media di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (15/6/2022)
i General Manager PT BBS Unit Malinau, Dadan saat diwawancarai awak media di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (15/6/2022) (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Karena mau tak mau, Perusahaan berharap hasil akhir dari TBS yakni ekstrak buah sawit atau CPO. Sementara, rendemen atau hasil ekstrak buah dari petani berkisar di angka 18-20 persen.

Banyak faktor penyebab rendahnya rendemen buah berdasarkan analisa perusahaan. Mulai dari manajemen panen, tingkat kematangan buah hingga jenis buah sawit yang diproduksi.

Baca juga: Petani Ngeluh Harga Jual Sawit di Malinau Rp 1.850/Kg, Apkasindo Pertanyakan Standar Harga Pabrik

Total Produksi Sawit di Malinau Masih Jauh dari Target Produksi Perusahaan

Jumlah serapan buah di level petaninyang dijual ke pihak perusahaan saat ini masih di bawah 20 persen dari total target produksi perusahaan.

Perwakilan PT BBS, Kasim Nasution memaparkan jika dirata-ratakan, bobot total buah yang diserap dari perkebunan di Malinau berkisar 18 ton sehari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved