Berita Tarakan Terkini

Sub Varian Omicron Ditemukan di Indonesia, Jubir Satgas Tarakan Sebut Begini Cara Pencegahannya 

Varian baru Covid-19 kembali muncul dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah mengonfirmasi sub varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 masuk di Indonesia.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitas masyarakat di Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Varian baru Covid-19 kembali muncul di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Melansir pemberitaan Kompas.com pada 13 Juni 2022 kemarin, pemerintah telah mengonfirmasi sub varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk di Indonesia.

Sub varian Omicron BA.4 dan BA.5 masuk ke Indonesia pada akhir Mei dan baru terdeteksi pada Kamis (9/6/2022).

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19 Kaltara Sebut, Sub-Varian Omicron Sulit Terdeteksi, Masyarakat Diminta Waspada

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan jika sebanyak 4 kasus Covid-19 dari penularan sub varian tersebut ditemukan di Bali.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap mewaspadai perkembangan sub varian tersebut.

Lantas bagaimana dengan Tarakan? Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti dikonfirmasi awak media mengungkapkan pada dasarnya pencegahan varian ini sama dengan varian Covid-19 lainnya yang sudah muncul lebih dulu.

Baca juga: Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Demi Cegah Covid-19, Sub-Varian Baru Omicron Ditemukan di New York

“Pencegahan Omicron BA.4 dan BA.5 obatnya sama saja dengan Covid-19 lainnya. Jadi kita perlakukan sama,” ungkap dr. Devi Ika Indriarti.

Ia melanjutkan, jika dia tanpa gejala, berarti kita tidak perlu diberikan obat. Namun jika bergejala ringan barulah diberikan pengobatan.

“Tapi kalau dia ada gejala sedang dan berat dirawat di rumah sakit. Maka kalau ringan sudah disiapkan di puskesmas obatnya ada disiapkan,” jelasnya.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indirarti.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indirarti. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Adapun untuk stok obat yang digunakan untuk Covid-19 ia menjami tercukupi.

“Stoknya sendiri saya tidak hapal, yang jelas ketersediaan obat di puskesmas mencukupi untuk obat Covid-19 dan di instalasi farmasi (IFK) di belakang gedung stok masih ada,” ujarnya.

Baca juga: Tak Tunggu Hasil WGS, Satgas Covid-19 Kaltara Sebut Pengiriman Sampel Omicron Hanya Sebagai Warning

Ia melanjutkan, data per 15 Juni 2022, jumlah kasus aktif konfirmasi positif Covid-19 hanyalah tersisa 4 kasus.

Selebihnya suspek hanya dua kasus dan kontak erat 7 kasus. Sampai saat ini dinilainya kasus masih melandai.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved