Pilpres 2024

Prabowo Bocorkan Isi Pertemuan dengan Muhaimin, Singgung Kerja Sama di Pilpres 2024, Koalisi?

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membocorkan isi pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Kolase TribunKaltara.com / Kompas.com/SABRINA ASRIL dan Instagram / @prabowo
Prabowo Subianto jadi trending topic di Twitter, foto di Instagram saat peringatan HUT ke-76 RI, Selasa 17 Agustus 2021 curi perhatian. (Kolase TribunKaltara.com / Kompas.com/SABRINA ASRIL dan Instagram / @prabowo) 

TRIBUNKALTARA.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membocorkan isi pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Pertemuan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin berlangsung pada Sabtu (18/6/2022).

Rumah Prabowo Subianto dipilih menjadi tempat pertemuan tesebut, yaitu di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Prabowo Subianto, pertemuannya dengan Cak Imin memang membahas Pilpres 2024.

Tapi juga secara umum berdiskusi mengenai Pemilu 2024, di mana terdiri Pileg dan Pilkada selain Pilpres.

Proses demokrasi tersebut, ditegaskan Prabowo Subianto, merupakan tanggungjawab bersama-sama sebagai etua umum partai politik.

Komunikasi politik dengan Cak Imin, lanjut Prabowo Subianto, sudah dilakukan sejak jauh hari.

"Kami melanjutkan pembicaraan yang intensif.

"Tentunya kita semua sadar bahwa bangsa kita, negara kita akan menghadapi proses politik menjelang tahun 2024, pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan diujungnya pemilihan daerah.”

Baca juga: Mayoritas DPW Nasdem Pilih Ganjar Maju Pilpres, Gubernur Jawa Tengah Tegaskan Ikuti Mekanisme PDIP

“Ini suatu tugas kenegaraan yang sangat serius, sangat penting.

"Kami sebagai ketua umum partai yang punya konstituen dan pengikut yang cukup besar, tentunya kami sadar akan tanggung jawab tersebut.

"Kami berminat untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan, komunikasi intensif telah dilakukan dengan parpol lain.

Disebutkan telah mencapai kesepakatan untuk menghadap Pilpres, Pileg, dan Pilkada tahun 2024.

“Dengan demikian, komunikasi antara Gerindra dan PKB berjalan dengan intensif dan juga dengan partai lain-lain."

"Tapi alhamdullilah, kita telah mencapai titik pertemuan, kerjasama, dan kesepakatan.

"Secara garis besar menyatakan keinginan kita masing-masing untuk bersama-sama kerjasama dengan erat untuk menghadapi tanggungjawab kenegaraan tersebut, yaitu Pilpres, Pileg, dan Pilkada tahun 2024,” ujar Prabowo.

Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Dok MPR RI)

Baca juga: Walau Bukan Kader, Ini Alasan Mayoritas Pemilih PKS Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024

Pendukung Prabowo dari pemilih Nasdem berkurang

Berikut ini alasan mayoritas pemilih Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani mengatakan dukungan massa PKS ke Anies Baswedan, walaupun bukan kader, mungkin karena kesamaan nilai.

Penjelasan lain adalah karena partai ini menjadi pengusung Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta.

“Sudah punya record politik. Jadi wajar jika mayoritas pemilih PKS memilih Anies Baswedan,” tandasnya.

Survei SMRC dilakukan pada 10-17 Mei 2022.

Populasi responden dipilih secara random lewat metode stratified multistage random sampling dengan 1220 responden dan response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.060 atau 87 persen.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut, diperkirakan sebesar ± 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Masih dari survei SMRC, mencatat sebenarnya dukungan para pemilih Nasdem sempat ke arah Prabowo Subianto.

Tercatat, persentasenya sebanyak 57 persen pada Desember 2021.

"Tapi dalam 5 bulan terakhir mengalami penurunan signifikan menjadi 12 persen pada survei Mei 2022," kata Pendiri SMRC, Saiful Mujani dalam keterangan yang diterima, Sabtu (18/6/2022).

Saiful menjelaskan, justru suara Ganjar Pranowo yang mengalami peningkatan dari 22 persen menjadi 41 persen.

"Demikian pula dengan Anies Baswedan, dari 10 persen menjadi 31 persen, pada periode yang sama," kata dia

Saiful mengatakan, survei SMRC juga melihat kecenderungan partai-partai lain terhadap tiga nama tokoh terpopuler.

"Mayoritas massa pemilih PDIP (58 persen) akan memilih Ganjar, umumnya pemilih Gerindra (62) akan memilih Prabowo Subianto, dan sebagian besar pendukung PKS (59 persen) akan memilih Anies," katanya.

Saiful menjelaskan bahwa dukungan mayoritas massa pemilih PDIP ke Ganjar dan massa Gerindra ke Prabowo wajar, karena keduanya memang berasal dari partai-partai tersebut.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cak Imin dan Prabowo Bertemu, Sebut Pilpres hingga Pilkada adalah Tanggung Jawab Kenegaraan, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/06/18/cak-imin-dan-prabowo-bertemu-sebut-pilpres-hingga-pilkada-adalah-tanggung-jawab-kenegaraan.

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved