Berita Nunukan Terkini

Calon Penumpang Kapal Pelni Asal Tarakan Meninggal Dunia di Nunukan, Sempat Alami Sesak Nafas

Seorang calon penumpang Kapal Pelni asal Tarakan tujuan Balikpapan dikabarkan meninggal dunia di Puskesmas Nunukan, Sabtu (02/07/2022) siang.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Sumarsono
HO
Jenazah Samsun, calon penumpang Kapal Pelni yang meninggal di Puskesmas Nunukan dibawa ke Tarakan menggunakan speedboat dari Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, Sabtu (02/07/2022), siang. (HO/ Alimin) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Seorang calon Penumpang Kapal Pelni asal Tarakan tujuan Balikpapan dikabarkan meninggal dunia di Puskesmas Nunukan, Sabtu (02/07/2022) pukul 12.30 Wita.

Pria bernama Samsun (53) ini sempat mengeluhkan sesak nafas saat berada di ruang tunggu (terminal) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan atau Pelabuhan Nunukan.

Kepala Kepolisian Sektor Pelabuhan Tunon Taka Nunukan AKP Alimin saat dikonfirmasi TribunKaltara.com mengatakan kemarin, Sabtu (2/7/2022) sekira pukul 10.00 Wita, Samsun (almarhum) beserta anak dan istrinya tiba di Pelabuhan PLBL Liem Hie Djung.

"Samsun dan keluarganya mau berangkat tujuan Balikpapan naik KM Lambelu dari Tarakan.

Tapi karena kehabisan tiket, mereka ke Nunukan naik speedboat biar bisa naik kapal dari Pelabuhan Nunukan," kata Alimin, Minggu (03/07/2022) pukul 13.40 Wita.

Baca juga: Pelaku Perjalanan Kapal Pelni, Wajib Ikuti Persyaratan yang Berlaku Ini 

Setelah tiba di Nunukan, Samsun beserta anak dan istrinya diarahkan oleh keluarganya langsung menuju Pelabuhan Tunon Taka.

Singkat cerita, sekira 15 menit berada di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka, Samsun mengeluhkan sesak nafas kepada istrinya.

Jenazah Samsun dibawa ke Tarakan menggunakan speedboat dari Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, Sabtu (02/07/2022), siang. (HO/ Alimin)
Jenazah Samsun dibawa ke Tarakan menggunakan speedboat dari Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, Sabtu (02/07/2022), siang. (HO/ Alimin) (HO)

"Begitu sesak nafas, Samsun diarahkan ke ruangan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk ditangani lebih lanjut. Tapi kondisi Samsun terus memburuk, sehingga dirujuk ke Puskesmas Nunukan," ucap Alimin.

Menurutnya, kurang lebih 20 menit ditangani pihak tim medis Puskesmas Nunukan, Samsun dinyatakan meninggal dunia.

"Dari keterangan pihak Puskesmas Nunukan, Samsun datang dalam keadaan sesak nafas, rongki dan sakit perut, juga gelisah. Pasien sempat dipasangkan oksigen dan infus untuk dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Belum sempat dirujuk ke RSUD Nunukan, pasien Samsun sontak tak sadarkan diri.

Baca juga: BREAKING NEWS – Penumpang Kapal KM Savina Jatuh ke Laut, Tim SAR Tarakan masih Melakukan Pencarian

Penyebab kematian Samsun didiagnosa heart pulmo failure (gagal jantung).

"Perawat lakukan RJP 16 siklus nadi tidak teraba, jantung tidak berdebar, suara nafas tidak terdengar, dan midriasis total," tuturnya.

Alimin menuturkan, pihak keluarga sepakat membawa jenazah Samsun ke Tarakan.

"Sepertinya dimakamkan di Tarakan. Surat keterangan meninggal dunia dari Puskesmas Nunukan sudah dibuatkan," ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved