Berita Bulungan Terkini

Prediksi Pemilu Tahun 2024 Kontestan Partai Politik di Bulungan Makin Banyak, Ini Kata Markus Juk

Prediksi pemilihan umum tahun 2024 kontestan partai politik di Bulungan makin banyak, ini kata Ketua DPC PDIP Bulungan Markus Juk.

TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Ketua Dewan Pengurus Cabang PDI-PERJUANGAN Kabupaten Bulungan Markus Juk (Kanan) bersama Manajer TribunKaltara.com Marsono (Kiri) menghadiri acara program podcast TribunKaltara.com bernama VIP Room pukul 10.00 Wita di Kantor TribunKaltara.com 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Prediksi pemilihan umum tahun 2024 kontestan partai politik di Bulungan makin banyak, ini kata Ketua DPC PDIP Bulungan Markus Juk.

Meskipun masih ada waktu 2 tahun untuk mempersiapkan para kader partai politik (Parpol) sebelum pesta demokrasi yakni Pemilu dan Pileg pada 14 Februari 2024 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Bulungan, Markus Juk menuturkan punya strategi supaya dapat suara masyarakat untuk memilih para calon DPRD dari partai gambar banteng tersebut.

"Saat ini strategi PDIP yakni pantau para calon pemilih pemula dari Bulungan yang harus kita jaga baik suara mereka untuk pemilihan legislatif maupun pilkada dan Pilpres 2024," ucapnya Senin (4/7/2022).

Baca juga: Markus Juk Percaya Diri, PDIP Bulungan Miliki Berkas Lengkap, Persiapan Jelang Pileg 2024

Menurut Markus Juk dengan terus memantau potensi suara dari para pemilih pemula menjadi patokan seluruh pengurus Parpol di Bulungan.

"Bukan hanya PDIP saja, tentu ada Golkar, Nasdem, Gerinda, ini tantang bagi semua Parpol untuk mengamankan suasa-suara pemilih pemula, apalagi partai-patai kecil mulai banyak," ungkapnya.

Kemudian, Markus Juk menilai secara letak geografis suara calon daftar pemilih pemula di Bulungan berbeda dengan daerah yang berada di Pulau Jawa

"Karena di Pulau jawa memiliki potensi suara pemilih lebih banyak dibandingkan di Bulungan kalau tidak salah daftar suara calon pemilih kan baru ada 90 -100 ribuan," ungkapnya.

Lebih lanjut, berdasarkan pengalaman Markus Juk saat membentuk pengurus ranting PDIP di Desa itu bisa merekrut semua warga bertempat tinggal daerah tersebut.

"Kadang jumlah masyarakat di desa dengan anggota pengurus partai yang masuk daerah tersebut tidak cukup, dengan jumlah partai hampir 60 partai, bayangkan 60 partai itu masuk disalah satu desa katakan mau rekrutmen 5-6 pengurus anak ranting saja kalau 60 partai bisa 300 orang diambil dari satu desa itu, sementara hak pilih warga di desa itu hanya 200 orang apalagi satu desa tidak ada apa-apanya satu RW di Pulau Jawa ini tantangan kami," ujarnya.

Sehingga menurut Markus Juk hal tersebut menjadi tantangan bagi para pengurus Parpol yang punya nama besar di Bulungan.

"Yang sudah masuk ambang batas ini menjadi tantangan kami, sehingga menurut saya hal demikian sedikit berbeda dengan pemilu 2019 karena masuknya partai partai kecil ini turut menggangu kami," ucapnya.

Bahkan Markus Juk mengakui sebelumnya banyak temuan para kader dari Parpol besar dulunya menjadi beralih pengurus ke partai kecil.

"Menurut saya sebagai kader PDI-PERJUANGAN baik di tingkat Kabupaten sampai pusat untuk menjual PDI-PERJUANGAN tidak terlalu sulit karena kami sudah terbukti presiden kami memimpin 2 kali negeri ini sangat baik," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved