Berita Bulungan Terkini

Masyarakat Kampung Baru Kabupaten Bulungan Menolak Direlokasi, Harga Ganti Rugi Lahan Terlalu Rendah

Harga ganti rugi lahan dinilai rendah, warga Kampung Baru diTanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan tak mau direlokasi. Syarwani: Minta difasilitasi.

Penulis: - | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Suasana Coffe Morning di Cafe Seruyuk Jalan Lembasung, Jumat (8/7/2022) Unsur Forkopimda bersama Warga Tanah Kuning-Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN- Masyarakat Kampung Baru yang terdampak pembangunan Kawasan Industrial Park Indonesia (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan menolak direlokasi.

Penolakan itu dilakukan karena harga ganti rugi lahan dinilai rendah.

Ketua RT 11 Kampung Baru, Samsul mengaku siap direlokasi dengan catatan jika nilai harga ganti rugi yang ditawarkan perusahaan sesuai apa yang diharapkan masyarakat.

Baca juga: Lahan dan Masterplan Sudah Disusun, Relokasi 200 KK Terdampak Pengembangan KIPI Masih Berproses  

“Tetapi, kalau harganya tidak cocok kami menolak untuk direlokasi,” ucapnya Senin (11/7/2022).

Sebab, kata Samsul nilai ganti rugi yang ditawarkan perusahaan dinilai masih sangat rendah, karena itu, masyarakat Kampung Baru menolak untuk direlokasi.

“Nilai ganti rugi yang ditawarkan ke masyarakat minim sekali. Walaupun kita digantikan rumah, tetapi tidak begitu besar, baru nilai ganti rugi lahan yang ditawarkan perusahaan hanya sekitar Rp 10 juta,” ungkapnya.

Baca juga: Soal Relokasi Desa Akibat Pembangunan Bendungan PLTA Kayan, Ini Kata Bupati Bulungan Syarwani

Bahkan kata Samsul nilai ganti bangunan rumah pun hanya dihargai Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per meter.

“Iya, kalau memang harga sesuai kami tidak pernah menolak untuk direlokasi. Tetapi, kalau nilai ganti rugi yang ditawarkan rendah kami semua menolak untuk direlokasi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bulungan, Syarwani mengaku sudah mendorong kepada masyarakat Tanah Kuning-Mangkupadi agar permasalahan lahan dan tanam tumbuh langsung dikomunikasikan dengan perusahaan. Tanpa melalui perantara.

Suasana Coffe Morning di Cafe Seruyuk Jalan Lembasung, Jumat (8/7/2022) Unsur Forkopimda bersama Warga Tanah Kuning-Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur
Suasana Coffe Morning di Cafe Seruyuk Jalan Lembasung, Jumat (8/7/2022) Unsur Forkopimda bersama Warga Tanah Kuning-Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

“Saya sudah perintahkan kepala desa untuk memfasilitasi pertemuan antar perusahaan dengan pemilik lahan,” ucapnya.

Sehingga, harapan Syarwani permasalahan yang ada di lapangan bisa clean and clear dan jangan sampai dengan adanya perantara ini bisa merugikan masyarakat.

“Jadi, kita lebih mendorong masyarakat untuk langsung melakukan komunikasi dengan perusahaan, bukan melalui perantara,” ucapnya.

Baca juga: Soal Relokasi Dua Desa Terdampak PLTA Kayan, Ini Kata Pihak Investor PT Kayan Hydro Energy

Dalam hal ini, kata Syarwani, Pemkab Bulungan juga akan membentuk tim untuk mengantisipasi adanya oknum mafia tanah dalam proses pembebasan lahan tersebut.

“Untuk nilai ganti rugi ini bagian yang akan dibahas di dalam tim,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved