Berita Malinau Terkini

Serba Serbi Idul Adha di Masjid Agung Malinau, Tradisi Gotong Royong dan Hak Istimewa Petugas Kurban

Serba serbi peringatan Hari Raya Idul Adha 2022 di Masjid Agung Darul Jalal Malinau, tradisi gotong royong dan hak istimewa petugas kurban.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban oleh Panitia Kurban Desa Malinau Hulu di RPH Masjid Agung Darul Jalal Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (11/7/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Lebih dari 10 tahun, Kepala Desa Malinau Hulu, Ahmad langganan menjabat sebagi ketua panitia pelaksana kegiatan kurban di Masjid Agung Malinau.

Selama 3 periode menjabat sebagai Kades, Ahmad memastikan kurban berjalan lancar.

Gotong-royong memotong dan memilah daging kurban merupakan tradisi seusai pelaksanaan Salat Idul Adha di Malinau

Berbagi tugas, mulai dari hulu, petugas potong, menguliti hingga distribusi kurban kepada warga dan mustahik di Malinau Hulu.

Baca juga: Sekwan dan Dua Asisten Pemkab Malinau Bergeser, Bupati Wempi Lakukan Mutasi Pejabat Eselon II 

"Alhamdulillah, selama jadi Kades, ini sudah tahun ke-10. Panitia kurban ini berasal dari RT. Ada pembagian tugas, mulai dari pemotongan, menguliti, mencacah sampai menimbang dan membagikan daging dikerjakan kolektif," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (11/7/2022).

- Tugas Berat Bagi Pelaksana Kurban

Hampir seluruh rangkaian pengerjaan daging kurban memerlukan kelihaian petugas hingga menjadi daging yang siap disalurkan.

Tugas terberat menurut Ahmad adalah saat menyembelih hewan kurban. Perlu 5 hingga 6 pria dewasa untuk membaringkan sapi kurban ke liang penyembelihan.

Ada pula proses menguliti hewan, bagian ini memerlukan ketelitian dan kesabaran. Awamnya, petugas kurban adalah laki-laki, mulai dari kalangan remaja dewasa hingga Lansia.

"Ada bagian-bagian yang memerlukan tenaga ekstra. Contohnya pas kurban mau dipotong. Kaki harus diikat, dan dibaringkan. Apalagi sapinya liar, harus betul-betul aman sebelum disembelih," ungkapnya.

- Mewariskan Pengalaman untuk Generasi Penerus

Remaja dan pemuda dilibatkan secara langsung agar dapat belajar memikul tugas-tugas kepanitiaan.

Biasanya sebagai helper atau tenaga bantu terlebih dulu. Seperti membantu pendistribuan daging kurban sampai memilah bagian daging yang layak distribusi.

"Kita selalu libatkan anak-anak muda, supaya mereka belajar dari orang-orang tua. Supaya belajar, paling tidak terlibat, supaya ada penerus di desa," kata Ahmad.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved