Berita Nunukan Terkini

Jalan Kaki Satu Hari, Cerita Perjuangan Warga Sungai Tubu Menjangkau Layanan Kesehatan di Perbatasan

Jangkauan daerah yang sangat luas dan terbatasanya sarana, membuat warga Sungai Tubu untuk dapatkan layanan kesehatan di puskesmas harus jalan kaki.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-BAWASLU MALINAU
Ilustrasi, Mobilisasi Logistik ke ibu kota Kecamatan Sungai Tubu, harus ditempuh berjalan kaki sekira dari Kecamatan tetangga di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Keterbatasan pelayanan dasar di wilayah pedalaman dan perbatasan RI-Malaysia seolah menjadi lumrah bagi warga Malinau.

Diantaranya akses pelayanan kesehatan di Kecamatan Sungai Tubu. Perjuangan warga untuk menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan tidak semudah di wilayah perkotaan.

Kepala Puskesmas Pulau Sapi Kecamatan Mantarang, Martinus menggambarkan perjuangan warga Sungai Tubu ke Fasyankes tersebut.

Baca juga: Visitasi Menparekraf RI Diundur, Rangkaian HUT ke-64 Pulau Sapi Masih Berjalan Sesuai Jadwal

Pelayanan kesehatan PKM Pulau Sapi mencakupi wilayah di sekitar Kecamatan Mentarang.

Termasuk bagi masyarakat dari desa-desa pedalaman Malinau, diantaranya Kecamatan Sungai Tubu.

"Warga dari 5 kecamatan di Sungai Tubu juga ke sini untuk pelayanan kesehatan. Dari 5 desa di sana aksesnya sangat sulit. Tidak bisa naik perahu atau pesawat tapi jalan kaki," ujarnya, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Warga Desa Wisata Pulau Sapi Bakal Ramaikan Aksi Pertunjukan Seni dan Budaya, Rayakan HUT Desa Ke 64

Karena jalur sungai tidak memungkinkan untuk dilalui moda transportasi air, warga Sungai Tubu terpaksa menempuh perjalanan dengan berjalan kaki seharian.

Berjarak lebih dari 60 kilometer dari Sungai Tubu ke PKM Pulau Sapi, warga harus berjalan kaki sekira menelusuri hutan, dari desa ke desa.

"Dari ibu kota Sungai Tubu, Desa Long Pada ke Long Ranau masih bisa pakai ketinting, kurang lebih setengah hari. Dari Long Ranau ke Long Nyau dari desa satu ke desa yang lain, ini kita jalan kaki. Ada sungai tapi tidak bisa dilewati," katanya.

Kepala Puskesmas Pulau Sapi, Martinus saat ditemui di Fasyankes Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (13/7/202).
Kepala Puskesmas Pulau Sapi, Martinus saat ditemui di Fasyankes Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (13/7/202). (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Kecamatan Sungai Tubu membawahi 5 desa, yakni Desa Long Pada, Long Ranau, Long Nyau, Long Titi dan Rian Tubu.

Desa Lainnya, yakni Desa Long Titi dan Rian Tubu ditempuh melalui jalur yang berbeda. Sama, dengan berjalan kaki seharian.

"Dua desa lain, jalur untuk ke sini berbeda. Dua desa yang berbatasan dengan Kecamatan Mentarang Hulu ini juga sama, jalan kaki. Singkatnya, harus siap fisik mental jalan kaki seharian," ungkap Martinus.

Baca juga: Visitasi Menparekraf Dirangkaikan HUT Desa Wisata Pulau Sapi, Kegiatan Dipusatkan di Balai Adat Desa

Untuk mengakomodir pelayanan kesehatan ke 5 desa tersebut, PKM Pulau Sapi yang membawahi 2 wilayah kecamatan tersebut dibantu 12 Pustu atau Puskesmas Pembantu.

Upaya lainnya adalah melalui pelayanan jemput bola yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kesehatan setiap tahunnya.

"Kita ada kunjungan Dokter, program ini bersumber dari DAK. Minimal 4 kali, setahun pembiayaan. Frekuensinya ini menyesuaikan anggaran, karena biaya transportasi yang tinggi ke sana," ujarnya.

Dokumentasi pemberitaan TribunKaltara.com, persoalan ini juga kerap kali disuarakan oleh masyarakat Sungai Tubu diantaranya Kepala Desa Long Pada, Faidan Liwah.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno akan Kunjungi Desa Wisata Pulau Sapi Malinau, Berikut Jadwal dan Agendanya

Medan ekstrem dan prasarana yang belum memadai menyulitkan warga memperoleh fasilitas pelayanan dasar di kecamatan tersebut.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved