Berita Tarakan Terkini

Tertibkan Pedagang Sapi Liar, Tarakan Jalin MoU dengan Gorontalo, Dampaknya Bertukar Komoditi Lokal

Pemkot Tarakan bakal lakukan kerjasama dengan Gorontalo untuk pengiriman sapi, tujuannya mentertibkan pedagang sapi liar jualan di pinggir jalan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Wali Kota Tarakan, dr.Khairul,M.Kes 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Dikatakan Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes, persoalan sapi sebenanrnya sudah berjalan secara informal. Namun pihaknya ingin melegalkan agar pengirimannya sendiri diatur dan sesuai kebutuhan.

Kedua lanjutnya, banyak pedagang sapi berjualan di pinggir jalan sehingga pihaknya bisa mempusatkan pengiriman sapi di satu tempat saja.

“Supaya nanti para pedangan yang jualan adalah dari pedagang kita sendiri. Tidak liar dan kota bisa dijaga ketertibannya, kebersihannya,” ujarnya.

Baca juga: Ditemukan Empat Kasus Cacing Hati di Momen Idul Adha, Pastikan Sapi Kurban Tahun Ini Aman PMK

Kemudian selanjutnya kata Wali Kota Tarakan dr.Khairul, pengembangan untuk kerja sama pengiriman komoditas baik dari Tarakan dan Gorontalo.

Salah satunya kata Khairul pengiriman daging ayam yang berlebihan di Tarakan dikirim ke Gorontalo. Kemudian dari sana kekurangan telur maka bisa dipasok ke Tarakan.

Baca juga: Mengenal Sosok Soleh, Peternak Sapi Kurban di Tarakan, Langganan Pejabat hingga Jokowi

“Misalnya yang lain komoditas rumput laut di sana tidak ada maka bisa dikirim dari Tarakan. Jadi beberapa kemarin saya minta dinas terkait memfasilitasi pengusaha kita dengan pihak di sana dan begitu juga pihak di sana melakukan hal sama,” beber Khairul.

Ia berharap sesama BUMD atau perumda yang nanti saling berkoordinasi untuk kegiatan ini. Dari kerja sama tersebut seharusnya bisa menghasilkan PAD.

Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes serahkan sapi kurban ke pihak Masjid Islamic Center Kota Tarakan.
Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes serahkan sapi kurban ke pihak Masjid Islamic Center Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Tapi paling penting tadi TPID. Kebutuhan masyarakat bisa terlayani. Jangan satu ketika tiba-tiba butuh tidak ada harga naik. Satu ketika banyak, harga jatuh. Kita maunya normal,stabil dan terkendali,” harapnya.

Baca juga: Waspadai Penyebaran Wabah PMK Seusai Idul Adha, Dokter Hewan Cek Kesehatan Sapi Kurban di Malinau

Sebenarnya lanjut Khairul, tidak hanya keuntungan dari aspek pendapatan daerah tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kebutuhan masyarakat bisa terjamin secara kontinyu dan konsisten.
“harga bisa stabil dan tidak naik turun,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved