Tersagka Dugaan Penyelundupan PMI ke Malaysia Residivis, Kompol Edy:Mereka Mau Kerja di Kelapa Sawit

Wakapolres Nunukan Kompol Edy Budiato sebut tersang Tersangka Penyelundupan PMI ke Malaysia Merupakan Residivis

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Waka Polres Nunukan Kompol Edy Budiarto menyampaikan pengungkapan perkara kriminal Satuan Reskrim Polres Nunukan, Selasa (19/07/2022), 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Waka Polres Nunukan Kompol Edy Budiarto menyebut tersangka dugaan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke wilayah Kelabakan, Malaysia merupakan residivis.

Diberitakan sebelumnya dua tersangka pria inisial NS (42) dan AB (39) diringkus Satuan Reskrim Polres Nunukan setelah ketahuan ingin memfasilitasi keberangkatan belasan PMI secara ilegal ke wilayah Kelabakan, Malaysia, Jumat (15/07/2022), sekira pukul 13.00 Wita.

Kedua tersangka yang diamankan di pinggir laut Jalan Lingkar Nunukan itu berasal dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Polres Nunukan Gagalkan Keberangkatan Belasan PMI Ilegal ke Malaysia, Ringkus Dua Pria & Temukan ini

"Sebenarnya tersangka NS ini residivis. Waktu itu Malaysia lockdown jadi agak sulit memasukan PMI secara ilegal. Sekarang tersangka beraksi lagi," kata Edy Budiarto kepada TribunKaltara.com, Selasa (19/07/2022), pukul 12.00 Wita.

Menurutnya sebanyak 18 PMI yang dicegat di pinggir laut Jalan Lingkar saat ingin menyeberang ke Kelabakan, sebagian sudah sempat bekerja di Malaysia. Sebagiannya lagi baru akan bekerja.

Mereka terdiri dari 5 laki-laki dewasa, 4 perempuan dewasa, 6 anak laki-laki, dan 3 anak perempuan.

"Mereka rencana mau bekerja di perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Soal adakah indikasi perdagangan manusia, kami masih dalami," ucap Edy.

Baca juga: Deportant PMI Kabur dari Rusunawa, BP2MI Nunukan Akui Pengawasan 24 Jam: Mungkin Petugas Lelah

Penanganan BP2MI Nunukan

Terpisah, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kabupaten Nunukan, Arbain mengaku pihaknya akan memberikan penanganan kepada para PMI tersebut.

Arbain beberkan 3 SOP penanganan PMI hasil sweeping yang dapat dilakukan yakni memfasilitasi mereka untuk mengurus dokumen paspor di BP2MI.

Bisa juga memfasilitasi PMI tersebut untuk bekerja di sejumlah perusahaan di Nunukan.

"Kalau PMI tidak bersedia mengurus dokumen atau bekerja di perusahaan maka kami akan pulangkan kembali ke daerah asalnya," ujar Arbain.

Waka Polres Nunukan Kompol Edy Budiarto menyampaikan pengungkapan perkara kriminal Satuan Reskrim Polres Nunukan, Selasa (19/07/2022), pagi.
Waka Polres Nunukan Kompol Edy Budiarto menyampaikan pengungkapan perkara kriminal Satuan Reskrim Polres Nunukan, Selasa (19/07/2022), pagi. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Arbain menuturkan alasan PMI lebih memilih jalur ilegal dengan bayaran mahal karena ketidaktahuan mereka mengenai prosedur pengurusan paspor.

"Untuk pengurusan dokumen paspor tidak berbayar. Tapi kalau jalur resmi memang butuh waktu 1 minggu. Para PMI ingin cepat. Begitu tiba di Nunukan besok sudah bisa ke Malaysia," tuturnya.

Baca juga: 12 Warga Asal NTT Dicegat Polairud Polres Nunukan, Seorang Pria Diduga Calo PMI Ilegal Diamankan

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved