Berita Malinau Terkini

Paling Murah Rp65 Ribu Sekilo, Pemasok Beber Harga Bawang Merah Terus Naik di Malinau, Ini Alasannya

Paling murah Rp 65 ribu sekilo, pemasok beber harga bawang merah terus naik di Malinau, salah satu alasannya karena kelangkaan BBM jenis solar.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Harga sejumlah komoditas diantaranya Bawang Merah terus melejit sepekan terakhir di Pasar wilayah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Harga sejumlah komoditas terus mengalami kenaikan sejak awal Juli 2022 di Malinau.

Sejumlah komoditas diantaranya sayur-sayuran, tahu-tempe, terutama Cabai Rawit dan Bawang Merah masih belum pulih seusai lebaran Idul Adha 2022 lalu.

Saat ini harga cabai rawit yang sebelumnya melonjak hingga Rp 150 ribu mulai turun harga menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

Namun, harga bawang merah terus melonjak setiap pekan hingga harga terkini kisaran Rp 65 hingga Rp 70 ribu per kilogram.

Baca juga: Masih Menunggu Antrean Penerbangan Perintis, Guru di Malinau Diusulkan Studi Banding ke Sekolah

Harga sejumlah komoditas diantaranya Bawang Merah terus melejit sepekan terakhir di Pasar wilayah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu.
Harga sejumlah komoditas diantaranya Bawang Merah terus melejit sepekan terakhir di Pasar wilayah Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)

Pemasok Bawang asal Malinau Utara, Rustang mengakui kenaikan harga bawang merah diakibatkan karena rantai pasokan dari luar tersendat.

Selain karena harganya yang memang mahal, kenaikan harga komoditas diakibatkan karena kelangkaan BBM jenis solar.

"Memang mahal, dari Berau itu sudah segitu. Karung kecil yang itu Rp 500 sampai Rp 600 ribu sekarang. Apalagi solar sekarang susah di Malinau," ungkapnya, Rabu (20/7/2022).

Harga bawang merah termasuk sejumlah komoditas yang berasal dari luar daerah diprediksi akan terus melejit.

Saat ini tingginya biaya mobilisasi disinyalir menjadi faktor penyumbang utama kenaikan bahan pokok.

Di sisi lain, Pedagang di Malinau Kota, Munirah mengatakan saat ini komoditas yang paling dirasakan kenaikan harganya adalah bawang merah.

Baca juga: Keberangkatan Dijadwalkan Siang Ini, Berikut Jadwal Speedboat Malinau ke Tarakan Rabu 20 Juli 2022

Sementara untuk Bawang putih dan Cabe Rawit cenderung turun sepekan terakhir.

"Bawang Merah itu naik dari 2 minggu lalu Rp 60 ribu, jadi Rp 65 ribu. Sekarang ada sudah yang jual Rp 70 ribu. Kalau lombok itu sedikit-sedikit turun, Rp 12 ribu per ons," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved