Berita Nasional Terkini

Sempat DPO, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalsel Mardani Maming Dinyatakan Tersangka Suap oleh KPK

Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan suap.

Youtube/KOMPASTV
KPK mengumumkan status Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming, sebagai tersangka atas kasus suap dugaan suap gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di daerahnya pada Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM - Mantan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani Maming, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan suap gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di daerahnya.

Pengumuman status Mardani Maming sebagai tersangka atas kasus yang disebutkan di atas diumumkan KPK pada, Kamis (28/7/2022).

Selama kurang lebih 9 jam Mardani Maming menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK sebelum akhirnya diumumkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, tepatnya Selasa (26/7/2022), Mardani Maming dinyatakan sebagai DPO oleh KPK.

Penetapan DPO tersebut diputuskan KPK karena Mardani Maming yang juga merupakan kader PDIP tersebut dinilai tidak kooperatif.

Baca juga: Tak Datang Panggilan Pertama, KPK Ultimatum Mardani H Maming Agar Datang Dipanggilan Kedua, Atau ini

Pasalnya, ada 2 kali panggilan KPK yang diabaikan Mardani Maming.

Akan tetapi, pada Kamis hari ini (28/7/2022) Mardani Maming mendatangi KPK.

"Hari Selasa, 26 Juli 2022, saya dinyatakan DPO, padahal saya sudah mengirimkan surat dan konfirmasi ke penyidik akan hadir pada tanggal 28 Juli 2022," ucap Maming di Gedung Merah Putih KPK.

Respons PBNU

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur meminta tidak ada framing negatif terhadap PBNU dalam kasus yang menjerat Mardani Maming.

Menurut Gus Fahrur, kasus yang menjerat Mardani Maming terjadi saat dirinya belum masuk kepengurusan PBNU.

Baca juga: Soal Pencekalan Mardani Maming, Hipmi Kaltara Minta KPK Kedepankan Azas Praduga tak Bersalah

"Kita berharap tidak ada framing negatif terhadap PBNU karena kasus itu terjadi jauh sebelum beliau masuk kepengurusan PBNU," ucap Gus Fahrur kepada Tribunnews.com, Kamis (28/7/2022).

"Kita menghormati proses hukum ini berjalan dan kasus ini diluar pengetahuan kita sebelumnya," tambah Gus Fahrur.

Gus Fahrur mengatakan PBNU menghargai sikap ksatria yang ditunjukan Mardani Maming.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved