Berita Nunukan Terkini

Lapas Tarakan Bantah Napi jadi Otak Penyelundupan Sabu 1 Kg, Ini Respon Satresnarkoba Polres Nunukan

Lapas Tarakan bantah Napinya jadi otak penyelundupan sabu 1 Kg, berikut respon Kasat Resnarkoba Polres Nunukan, Iptu Muhammad Ibnu Robbani.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
KOLASE TRIBUNKALTARA.COM / FEBRIANUS FELIS / ANDI PAUSIAH
Kasat Resnarkoba Polres Nunukan, Iptu Muhammad Ibnu Robbani dan Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Arimin. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kasat Resnarkoba Polres Nunukan, Iptu Muhammad Ibnu Robbani merespon bantahan Kalapas Tarakan soal kabar 3 Napi yang diduga mengendalikan penyelundupan sabu 1 Kg di Pulau Sebatik pada Jumat (05/08), pagi.

Saat ditemui TribunKaltara.com di Tarakan, Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Arimin mengaku kaget pasca munculnya pemberitaan mengenai 3 Napi dari Lapas yang dipimpinnya terlibat sebagai pengendali kurir sabu 1 Kg.

Bahkan ia juga mengakui saat berita online dirilis awak media di Kabupaten Nunukan, pihaknya belum menerima koordinasi dari Satreskoba Polres Nunukan.

Tapi secara lisan pihak Arimin sudah dihubungi oleh Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit bahwa akan melakukan penangkapan terhadap DS warga Kota Tarakan itu.

Baca juga: Tahun Baru Islam, Ibu-ibu di Nunukan Berburu Baskom & Timba di Pasar Rakyat, Pilih Produk Malayasia

Arimin juga sudah mengecek sekaligus melakukan razia ke dalam kamar hunian Napi untuk mencari tahu keberadaan 3 Napi yang dimaksud. Namun sampai saat ini tidak ditemukan indikasi atas tuduhan tersebut.

Sementara itu, Muhammad Ibnu Robbani menyampaikan bahwa dugaan awal terhadap 3 Napi Lapas Tarakan yang mengendalikan tersangka DS (32) itu berasal dari pernyataan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit pada press rilis Jumat (05/08) di Makotis.

"Kami juga masih lakukan pendalaman terkait pernyataan itu. Saat ini tersangka DS masih kami lakukan pemeriksaan (BAP). Setelah itu baru kami terbitkan SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan," kata Muhammad Ibnu Robbani kepada TribunKaltara.com, Senin (08/08/2022), sore.

Ibnu beberkan sampai saat ini tersangka DS belum memberikan informasi apapun mengenai ada atau tidaknya keterlibatan 3 Napi Lapas Tarakan.

"Mengenai barang bukti sabu yang tersangka DS ambil dari Tawau itu diakuinya. Tapi soal keterlibatan Napi Lapas Tarakan, belum ada pengakuan dari tersangka," ucapnya.

Kronologis Penangkapan DS

Tersangka DS ketahuan membawa 1 Kg sabu di dalam ransel hitam yang dibawanya dari Tawau, Malaysia.

DS dibekuk personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 18/Komposit
setelah turun dari speedboat dan melewati Pos Dalduk Aji Kuning.

Speedboat yang ditumpangi oleh DS saat itu berhenti persis di belakang rumah dua negara, Pulau Sebatik.

Baca juga: Polres Nunukan Beberkan Mekanisme Baru Pengajuan Permohonan Izin Kegiatan Masyarakat, Ini Syaratnya

Saat diperiksa petugas DS memang memiliki paspor. DS juga sempat memberikan alasan bahwa ia baru pulang mengantar orang tuanya yang sedang sakit ke Tawau. Rencananya akan kembali ke Tarakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved