Opini

Waspada Rembesan Inflasi Impor

Semakin tinggi arus barang dan jasa  impor yang mengandung virus inflasi maka,  akan semakin tinggi pula potensi inflasi di wilayah atau negara.

Editor: Sumarsono
HO
Dr. Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan. 

Impor pangan yang kedua adalah gula. Asal komoditas itu adalah,  Thailand, Australia dan Korea Selatan. Bulan Juli inflasi Thailand adalah 7,66 persen. Sementara Korea Selatan adalah 6,3 persen.

 Komoditas yang berikutnya adalah kedelai. Sebagai baku tahu-tempe, ia sering nangkring di atas piring makan kita.

Bahan bakunya berasal dari Amerika, Kanada dan Argenthina.  Inflasi Amerika 9,10 persen, Kanada dengan inflasi sedikit dibawah Amerika, yaitu 8,10 persen. 

Namun Argenthina jauh diatas keduanya yaitu, mencapai 64,00 persen

Ketiga komoditas itu tiap hari dibutuhkan semua penduduk Indonesia. Bahkan sebagian UMKM yang menyediakan porsi lapangan kerja terbesar.

Baca juga: Terjadi Penurunan Inflasi hingga 0,47 Persen Juli 2022, Capaian Kaltara Lebih Rendah dari Nasional

Karena itu, meniadakan pasti tidaklah mungkin. Mengurangi impor, juga akan mengerek harga menjadi lebih tinggi.

Oleh karena itu impor saat ini tidak bisa dihindari. Namun jika tidak disertai upaya  meningkatkan produksi domestik adalah ketidakpedulian akut. 

Memerhatikan peta potensi permasalahan tersebut maka, pengendalian potensi inflasi menjadi urgent.

Karena itu pengendalian yang tepat akan menciptakan stabilitas ekonomi yang menjadi prsyarat tercapainya target pertumbuhan.

Pada saat ini (memasuki musim kemarau) petani lebih banyak menamam komoditas  non padi. Oleh karena itu, mendorong peningkatan produksi tebu dan kedelai adalah musimnya.

Demikian juga upaya peningkatan produksi garam. Peningkatan produksi ketiga komoditas bisa menjadi upaya menjaga ketersedian yang mampu memperkecil potensi inflasi.

Selain itu, optimalisasi kinerja TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) menjadi sebuah kebutuhan mendesak.

Koordinasi antar-TPID antar-daerah bisa meminimalisir mis alokasi dan distribusi. Jika itu dilakukan maka, upaya peningkatan produksi dapat disinergikan dengan upaya distribusi antar-wilayah.

Usaha itu diharapkan dapat meminimalisir potensi inflasi yang kian meningkat. (Semoga!)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved