Berita Tarakan Terkini

Gaji Sebulan tak Dibayarkan, 2 Pria ini Nekat Curi Mesin Speedboat, Polres Tarakan Segera Bertindak

Gaji sebulan tak dibayarkan, 2 pria ini nekat curi mesin speedboat, Polres Tarakan segera bertindak.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
IPTU Sri Djayanthi, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Kota Tarakan bersama Kanit Reskrim KSKP Kota Tarakan saat melakukan rilis pers pencurian mesin tempel speedboat, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Dua pelaku pencurian mesin tempel speedboat berhasil diamankan Unit Reskrim Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Kota Tarakan pada Sabtu (23/7/2022) sekitar pukul 18.00 WITA.

Setelah ditelusuri, keduanya nekat melakukan aksinya lantaran memiliki motif gaji sebulan yang tak kunjung dibayarkan sang majikan atau bos bengkel tempat ia bekerja yang berlokasi di Kelurahan Mamburungan.

Dikatakan IPTU Sri Djayanthi, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Kota Tarakan, kronologisnya pada Sabtu (23/7/2022) sekitar pukul 18.00 WITA,unit Reskrim KSKP mendapat informasi dari masyarakat bahwa terjadi tindak pidana pencurian yang dilakukan pelaku diduga berinisial RL.

Terkait tindakan pidana tersebut, yang dicuri oleh pelaku berupa mesi tempel merek Suzuki 300 PK, dua unit cillinder head mesin Suzuki 300 PK, satu unit krengkes mesin Suzuki berkapasitas 300 PK.

Baca juga: 1.023 Warga Binaan Kelas IIA Tarakan Diusulkan Dapat Remisi, Peringati HUT ke-77 RI

Dari Unit Reskrim KSKP pun langsung melakukan penyelidikan terkait hal tersebut. Informasi diperoleh, pelaku diketahui atas nama RL ini diketahui mengontrak bersama orangtuanya di Taman berlabuh dan setelah itu dilakukan penyelidikan ternyata benar berdasarkan keberadaan pelaku RL beralamat di Jalan Yos Sudarso, Taman Berlabuh Kelurahan Lingkas Ujung.

“Posisi RL saat diamankan sedang baring-baring santai,” kata IPTU Sri Djayanthi dalam rilisnya, Selasa (9/8/2022) siang tadi.

Kemudian, berjarak lima jam, pada pukul 23.00 WITA, Unit Reskrim berhasil mengamankan satu orang pelaku bernama RL. Dan dari keterangan RL ternyata aksinya dilakukan bersama tiga orang lainnya.

“Mereka berempat melakukan pencurian. Dan hasil pengembangan, satu orang lagi yang ditangkap dan salah satu diduga pelaku berinisial RD,” ujarnya.

Kemudian RD diamankan di kediamannya di Jalan Kusuma Bangsa RT 7 Kelurahan Gunung Lingkas. Kemudian diamankan keduanya ke KSKP.

Selanjutnya, untuk dua orang lainnya saat ini masih dalam DPO. Ia melanjutkan kedua orang yang berhasil ditangkap tidak memiliki rekam jejak sebagai seorang residivis dan baru pertama kali terlibat aksi pencurian.

“Di kasus lain juga demikian. Hanya saja diketahui, kakak dari RD, salah satu pelaku yang masih masuk DPO. Motif kedua pelaku mengambil mesin tempel tersebut karena gajinya belum dibayar oleh majikan atau sang bos. Menurut bosnya dia, karena belum ada tagihan mesin penyewaan speedboat itu belum ada yang bayar sehingga gajinya belum dibayar, sehingga keduanya mengambil mesin ini,” ujarnya.

Adapun gaji yang belum terbayar yakni satu bulan senilai Rp 15 juta per orang. Keduanya sudah melakukan penagihan.

“Jadi yang kecurian adalah majikan tempat dia bekerja. Mereka sudah menagih sebelumnya, tapi tidak direspons majikannya mungkin,” urainya.

Pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada majikan atau sang bos. Oleh yang bersangutan mengaku karena sewa speedboatnya belum terbayarkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved