Berita Tarakan Terkini

Pembangunan TPA Juata Kerikil Masih Proses, Walikota Singgung Persoalan Sosial Ikut Diselesaikan

Pembangunan TPA Juata Kerikil terus dikeebut Pemkot Tarakan, karena penampungan sampah di TPA Hake Babu sudah overload.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Kondisi TPA Hake Babu yang harus segera direlokasi ke lokasi TPA baru di Juata Kerikil 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Total 26,9 hektare lahat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Juata Kerikil masih dikebut progressnya.

Dikatakan Kepala DLH Tarakan Hariyanto, dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah melakukan pendataaan.

“Prosesnya masih berjalan dan insyaAllah tahun ini untuk fisiknya yang di TPA Juata Kerikil akan dikerjakan di PU tahun ini. InsyaAllah perencanaan sampai pembangun sudah dikebut. Luasan keseluruhan 48 hektare sampai 50 hektare,” sebutnya.

Baca juga: TPA Hake Babu Overload, Ketinggian Timbunan Sampai Menggunung Capai 15 Meter Lokasi Baru Berproses 

Untuk diketahui, pembangunan lahan TPA di Juata Kerikil sangat dibutuhkan karena kondisi TPA Hake Babu saat ini sudah mengalami overload sehingga TPA baru menjadi solusi.

Sementara itu, Walikota Tarakan Khairul mengungkapkan, pembangunan TPA di Kelurahan Juata Kerikil, salah satunya saat ini masih proses tender dan sebagiannya lagi masih dalam tahap pembebasan lahan. Ia mengungkapkan, kendala sebagian karena ada titik yang masih proses dilakukan pembebasan lahan.

“Kemarin banyak dibutuhkan, karena bangun TPA harus jarak jauh. Tahun 2023 harapan saya bisa selesai. Mudahan tidak ada kendala dalam pengerjaannya,” ungkapnya.

Baca juga: TPA Hake Babu Overload, DLH Tarakan Bangun Baru di Juata, Butuh Anggaran Rp 25 Miliar

Hal sama juga berlaku untuk pengerjaan pembangunan di bidang lainnya. Dikatakan Wali Kota Tarakan, dr.Khairul, M.Kes, ia juga sudah menotifikasi untuk pekerjaan percepatan tender karena beberapa paket dilihat belum berproses dan sementara waktu sudah memasuki Agustus.

“Tentu berbagai kendala. Dan kendala ini memang disamping kendala teknis ada juga kendala non teknis. Dan kami berikan arahan bagaimana cepat diselesaikan untuk tender elektronik,” ujarnya.

Kondisi TPA Hake Babu yang harus segera direlokasi ke lokasi TPA baru di Juata Kerikil Kota Tarakan Provcinsi Kaltara.
Kondisi TPA Hake Babu yang harus segera direlokasi ke lokasi TPA baru di Juata Kerikil Kota Tarakan Provcinsi Kaltara. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Kendala sendiri dijelaskan Khairul, ia menilai melihat persoalan proses perencanaan yang terlambat karena harus dilakukan tender ulang dan memerlukan waktu.

“Kalau ini gak selesai, proses berikutnya tidak bisa jalan. Itu kebanyakan tender ini sifatnya infrastruktur. Kalau pengadaan kan sekarang relatif melalui E-Katalog,” lanjutnya.

Baca juga: Sampah Menggunung di TPA Tarakan, BBM Terbatas jadi Kendala, Kemampuan Operasional Sampai Agustus

Sehingga tidak begitu panjang proses menuju tender fisik. Dan juga persoalan lainnya lanjut Khairul biasa ada di persoalan sosial sehingga itu juga secara simultan dicoba diselesaikan.
Target bisa terselesaikan lanjutnya jika bisa secepatnya. Untuk single years fisiknya harus diselesaikan tahun ini hingga Desember 2022.

“Tapi kalau multiyears memang ada yang sampai 2023,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved