Berita Tarakan Terkini

Kronologi Lansia di Tarakan Nyaris Meregang Nyawa, Tertimbun Longsoran Tanah saat Nyari Sisa Kabel

Seorang pria lanjut usia nyaris meregang nyawa saat dirinya tertimbun longsor. Saat itu lansia bernama Pak Gala itu sedang mencari sisa kabel.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
DOKUMENTASI ANIMAL RESCUE PMK TARAKAN
Detik-detik mencekam evakuasi korban bernama Pak Gala, di TKP RT 1 Kelurahan Juata Laut, Sabtu (13/8/2022). Ia berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit terdekat. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Berikut ini kronologi seorang lansia di Tarakan yang nyaris meregang nyawa seusai tertimbun longsoran tanah saat sedang mencari sisa kabel

Niat hendak mencari sisa kabel dan tembaga penangkal petir, nyaris berujung maut.

Seorang pria lanjut usia atau lansia yang tahun ini menginjak usia 76 tahun tertimbun longsoran tanah di dalam lubang berkedalaman enam meter pada Sabtu (13/8/2022) sekitar pukul 12.00 WITA di wilayah RT 1 Kelurahan Juata Laut.

Pria itu kerap dipanggil Pak Gala, warga yang berdomisili di RT 2 Kelurahan Juata Laut mengakui, awalnya ingin mencari alat di lokasi eks tower Telkom.

Kondisinya di lokasi memang ada lubang dengan kedalaman enam meter diperkirakan dirinya.

“Jadi waktu itu pergi gali. Bilangnya kalau ada alat dapat penangkal petir.

Saya bertiga, yang satunya kembali ambil pisau karena ada mau dipotong kabelnya.

Sekali saya berdua teman, kenapa jatuh (tanah) sedikit jadi langsung dikasih kayu. Saya tarik kayu malah makin banyak longsor,” aku Pak Gala.

Baca juga: Sembunyi di Tempat Tidur, PMK Tarakan Tangkap Ular Python Sepanjang 2 Meter di Jalan Yos Sudarso

Seluruh longsoran tanah dari atas langsung menutupi seluruh badannya sampai ke kepala.

“Tertutupi semua kepala saya tidak ada muncul.

Tapi saya tadi masih sadar, teriak terus saya panggil teman, Asse mana kau,” ungkapnya.

Ia memperkirakan ada sekitar 1 jam lebih terjebak di dalam lubang yang sudah longsor tanahnya.

Kemudian rekannya lanjutnya langsung berlari mencari bantuan.

Pria yang mengaku sudah 30 tahun tinggal di Juata Laut ini tak bisa menyelamatkan diri cepat karena posisi kaki dalam kondisi terlengkung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved