Berita Kaltara Terkini

Partisipasi Peserta Vaksinasi Covid-19 Menurun dan Vaksin Terbatas, Binda Kaltara Usul 5.000 Dosis

Partisipasi peserta vaksinasi Covid-19 menurun dan vaksin yang tersedia juga terbatas, Binda Kaltara usul 5.000 dosis vaksin corona.

TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat di Pos Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan beberapa bulan lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pemerintah terus melakukan akselerasi percepatan vaksinasi di Bulungan. Namun, hingga saat ini ketersediaan vaksin masih terbatas.

Kabinda Kaltara, Marsma TNI Aminul Hakim menuturkan, Binda Kaltara menargetkan 500 dosis per hari.

Namun, permasalahan yang terjadi saat ini animo masyarakat mengikuti vaksinasi rendah.

"Sekarang ini pelaksanaan vaksinasi belum tersosialisasi secara menyeluruh," ucapnya Rabu (17/8/2022).

Baca juga: Haru dan Bangga, Warga Kaltara Nobar di Warung Makan saat Anaknya jadi Paskibraka di Depan Jokowi

Sehingga, kata Marsma TNI Aminul Hakim
masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari vaksin. Di sisi lain, ketersediaan vaksin juga masih minim.

"Rata-rata masyarakat di Kabupaten Bulungan lebih memilih vaksin jenis Moderna. Karena banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin Moderna pada dosis pertama dan kedua," ungkapnya.

Untuk memenuhi ketersediaan vaksin Moderna. Kata Marsma TNI Aminul Hakim
Binda Kaltara meminta ke pemerintah pusat.

Sebab, ketersediaan stok yang dimiliki Dinkes Kaltara masih terbatas.

"Stok yang ada sekarang ini hanya Sinovac. Itupun ada juga yang sudah kedaluwarsa. Nah, sekarang ini ketersediaan stok vaksin di pemerintah pusat juga terbatas," ucapnya.

Artinya, saat ini menurut Marsma TNI Aminul Hakim ketersediaan vaksin untuk beberapa jenis masih terbatas. Khususnya, Moderna dan Pfizer.

Namun demikian, Marsma TNI Aminul Hakim Binda Kaltara akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemekes) RI untuk menyuplai ke daerah.

Diperkirakan, Marsma TNI Aminul Hakim
awal September mendatang Binda Kaltara akan mendapatkan suplai vaksin dari Kemenkes.

"Kita sudah usulkan sebanyak 5.000 dosis vaksin Moderna dan Pfizer. Iya, mudahan saja usulan kita bisa terealisasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan, dr. Velix Toding Sima mengatakan, hingga saat ini ketersediaan vaksin masih terbatas. Bahkan, stok yang ada saat ini hanya Sinovac.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved