Berita Tana Tidung Terkini

PDAM Tana Tidung Hentikan Produksi Air Bersih, Pedagang Ngaku Beli Air Sampai Rp 150 Ribu Sehari

Dihentikannya produksi air besih oleh PDAM Tana Tidung, membuat pedagang kesulitan memperoleh air, sehingga harus membeli air.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-PDAM KTT
Sungai Sesayap Tana Tidung ikut tercemar akibat jebolnya tanggul limbah batu bara PT KPUC di Malinau. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Stopnya produksi air bersih di PDAM Tana Tidung, juga berimbas ke para pedagang di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).

Salah satu pedagang di Tideng Pale, Atun Wiji Lestari akui kesulitan akibat stopnya produksi air bersih tersebut.

Sehingga, mau tak mau dirinya harus membeli air bersih di penjual air bersih yang ada di Tana Tidung.

Baca juga: Sungai Sesayap Tercemar, PDAM Tana Tidung Hentikan Produksi Air Bersih, Winarno: Tunggu Sampai Pulih

"Ya mau gimana lagi, kita juga ndak bisa salahkan PDAM. Karena memang sungai kita kan infonya tercemar.

Jadi, mau ndak mau kita harus beli air. Karena kita juga kan pakai untuk nyuci peralatan jualan kita," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Sabtu (20/8/2022)

Tak tanggung-tanggung, dalam sehari Atun harus merogoh kocek hingga Rp 150 ribu untuk membeli air bersih.

Baca juga: Stop Produksi Air Bersih, PDAM Tana Tidung Beber 2 Wilayah Terdampak Parah Pencemaran dari Malinau

Dia menyampaikan, Rp 150 ribu tersebut untuk mengisi tiga profil tank airnya.

"Satu profil kan Rp 50 ribu, tapi itu karena tetanggaan kan. Ndak tau kalau yang jauh-jauh, harganya sama atau ndak," katanya

Sungai Sesayap Tana Tidung ikut tercemar akibat jebolnya tanggul limbah batu bara PT KPUC di Malinau.
Sungai Sesayap Tana Tidung ikut tercemar akibat jebolnya tanggul limbah batu bara PT KPUC di Malinau. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-PDAM KTT)

Lebih lanjut dia sampaikan, tiga profil tank air itu, hanya cukup digunakan selama dua hari.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air, dia harus membeli air bersih dua kali sehari.

Baca juga: Dampak Tanggul Jebol PT KPUC Hingga Sungai Sesayap KTT, PDAM Tana Tidung Stop Produksi Air Bersih

"Iya, karena (air) itu kan kita pakai juga untuk sehari-sehari. Itu pun kita harus hemat-hemat pakai air. Kalau ndak, bisa sehari sekali lah kita beli air itu," pungkasnya.

Dia berharap, penghentian produksi air bersih di Kabupaten Tana Tidung dapat segera diaktifkan kembali.

Mengingat, air merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus terpenuhi.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Warga Pesisir di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi Andalkan Air Hujan

"Kita ndak tau juga sampai kapan air PDAM ini mati. Karena, di pengumumannya itu ndak disebutkan sampai berapa hari. Mudahan lah cepat nyala kan," tuturnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved