Berita Tarakan Terkini

Masih Terhalang Covid-19, Banyak Calon Investor Bidik Tarakan Kembangkan Potensi Hasil Laut Kaltara

Masih terhalang pandemi Covid-19, banyak calon investor bidik Tarakan kembangkan potensi hasil laut Kaltara, berikut pernyataan Wali Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Potensi hasil perikanan di Kaltara dan Tarakan cukup diminati dan dibidik investor dari luar negeri. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Sampai saat ini, progres kerja sama dengan sejumlah perwakilan luar negeri yang berencana ingin menjadi investor sebagian masih berproses.

Alasannya sendiri dikatakan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, seperti misalnya rencana kerja sama dengan pengusaha asal Taiwan belum berlanjut karena terkendalam pandemic Covid-19.

“Semua orang berpikir untuk melakukan investasi di situasi Covid-19 begini. Jadi memang persoalannya lagi-lagi di Covid-19. Cina dulu mau masuk industri baja di Tarakan, tapi jadi di-suspend alias ditunda. Bukan tidak jadi,” jelasnya.

Karena kembali seperti dijelaskan pihaknya, semua tengah bergelut pada persoalan Covid-19. Dan saat ini wilayah masih melakukan lockdown.

Baca juga: Sepekan tak Diguyur Hujan, Berkah bagi Penjual Air Keliling di Kota Tarakan Kalimantan Utara

“Belum bebas keluar termasuk Taiwan. Semuanya belum ada ekspansi industri perluasaan usaha karena situasi covid,” tegasnya.

Ia mengakui, banyak sekali calon investor yang akan mengembangkan usahanya di Tarakan.

Mulai dari sektor industry minapolitan, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), juga ada dari pihak Jepang, dan Cina, Taiwan serta supplier dari Malaysia yang ingin bekerja sama dengan Pemkot Tarakan.

“Tapi sekali lagi, alasan Covid-19 itu komunikasi kita sudah lama terjadi di tahun 2019 sebelum Covid. Termasuk dari Malaysia kemarin, progres terus dan masih belum berjalan,” jelasnya.

Untuk investor asal Taiwan sendiri lanjutnya berendana akan mengembangakan pusat budi daya dan itu sudah ada komunikasi pada September 2019 lalu.

Investor tersebut bernama Dachan Greatwall Group Taiwan tertarik untuk mengembangkan budi daya kepiting dan hasil perikanan lainnya di Tarakan.

Pada dasarnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan membuka kerja sama itu tak lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan atau petambak.

Kerja sama dengan Dachan Greatwall Group Taiwan telah dirintis usai ia dilantik menjadi wali kota. Dalam perjalanannya, keduanya melakukan komunikasi yakni pengembangan kepiting.

“Karena dulu ada persoalan mengenai harga udang, jadi kami komunikasi dengan Dachan Greatwall Group Taiwan. Jadi tidak hanya udang jenis black tiger yang sudah terkenal di sana, tapi kami akan mengembangkan kepiting dan ikan yang waktu itu kami diskusikan,” ungkapnya.

Selajutnya, ungkap Khairul, setelah mulai berjalan, Dachan Greatwall Group Taiwan melihat benih balai udang yang dimiliki Kota Tarakan yang terdapat di Pantai Amal yang setiap tahunnya hanya mampu memproduksi 1 juta benur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved