Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Belum Usai Korupsi Seragam Sekolah di Kubar, Brill Abraham Marludi Kembali Terseret Kasus Korupsi

Belum selesai korupsi seragam sekolah tahun 2018 di Kubar, Brill Abraham Marludi kembali terseret kasus korupsi lagi.

TRIBUNKALTARA.COM
Masih mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan gara-gara korupsi seragam sekolah tahun 2018, Brill Abraham Marludi (rompi tahanan) kembali terseret kasus korupsi pengadaan seragam sekolah lagi tahun anggaran 2017. 

TRIBUNKALTARA.COM, SENDAWAR  - Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan seragam sekolah tahun anggaran 2018 lalu telah memasuki  tahapan persidangan di pengadilan Tipikor Samarinda. 

Dalam kasus yang merugikan keuangan negara senilai miliaran rupiah itu menyerat tiga tersangka, satu tersangka diantaranya adalah Bril Abraham Marludi yang merupakan mantan pegawai Disdikbud Kutai Barat

Namun yang lebih mencengangkan lagi, belum selesai kasus korupsinya di 2018, terdakwa Bril Abraham Marludi justru kembali terseret kasus korupsi pengadaan seragam sekolah lagi di tahun 2017.

Hal itu terungkap setelah tim Kejaksaan Negeri Kutai Barat kembali mengumumkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan seragam sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, tahun 2017.

Baca juga: Tak Baper Diroasting Kiky Saputri Soal Kasus Korupsi, Respon Angelina Sondakh Tuai Pujian

Ketiga koruptor itu diantaranya berinisial S, WS, dan BAM alias Brill Abraham Marludi.

Kepala Kejaksaan Negeri Kubar, Bayu Pramesti didampingi kasi Intel Kejari, Ricki Panggabean dan Kasi Pidsus, Iswan Noor mengatakan, dua tersangka sudah ditahan di rutan Polres Kubar. Yakni S dan WS. Sedangkan tersangka Bril Marludi lebih dulu mendekam di penjara dengan kasus yang sama untuk tahun 2018.

“BAM ini tidak kita tahan karena sudah ditahan dalam kasus lain,” kata Bayu Pramesti, Selasa (23/8).

Bayu menyebut, tersangka WS sudah ditahan sejak 10 Agustus lalu. WS adalah kontraktor asal Bandung, Jawa Barat.

“Jadi WS ini kita jemput dari Bandung ke Kutai Barat dan sudah ditahan di sel Polres Kutai Barat,” katanya.

Sementara S adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Disdikbud Kubar saat proyek pengadaan seragam sekolah tahun 2017.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved