Berita Bulungan Terkini

Peringati HUT ke-77 RI, 1 Warga Nunukan Timur Rebah Hingga Meninggal Dunia Saat Lomba Tarik Tambang

Peringati meninggal dunia HUT ke-77 RI, satu warga Nunukan Timur rebah hingga meninggal dunia Saat Lomba tarik tambang.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
(Tangkapan layar Hp, sumber video amatir).
Detik-detik sebelum almarhum Jupri rebah hingga meninggal dunia, Selasa (23/08/2022), sore. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Sorak penonton lomba tarik tambang sontak terhenti setelah melihat seorang peserta rebah hingga meninggal dunia di lapangan pertandingan, Selasa (23/08/2022), sore.

Belakangan diketahui ayah tiga anak yang meninggal dunia itu bernama Jupri. Ia merupakan warga RT 12, Jalan Manunggal Bakti, Kelurahan Nunukan Timur.

Menurut keterangan Roy selaku panitia lomba, almarhum memang menyukai lomba tarik tambang. Sehingga setiap lomba tarik tambang diadakan antar RT di Kelurahan Nunukan Timur, almarhum selalu menjadi peserta.

Lomba tarik tambang yang diadakan antar RT di Nunukan Timur itu dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Mengancam, Pemkab Bulungan Keluarkan Surat Edaran Antisipasi Karhutla

"Tiap RT diwakili satu kelompok. Total ada 10 kelompok. Satu kelompok 5 orang dan 2 orang cadangan. Babak pertama almarhum kelihatan sudah capek. Tim cadangan mau ganti, tapi almarhum tidak mau. Namanya sudah hobi," kata Roy kepada TribunKaltara.com, pukul 17.00 Wita.

Roy menuturkan setiap kali lomba tarik tambang, almarhum selalu mengambil posisi jangkar.

Sementara di depan almarhum persis berdiri anaknya yang juga ikut sebagai peserta lomba.

"Begitu tukar posisi dengan lawan, saya lihat almarhum berusaha sekali tahan tali tambang itu sampai terduduk. Setelah itu rebah ke belakang lalu terbaring di lapangan," ucapnya.

Begitu melihat almarhum terbaring di lapangan, kata Roy panitia langsung mencoba memberi pertolongan pertama tapi tidak berhasil.

Tanpa menunggu lama, panitia langsung bopong almarhum naik ke atas pickup lalu dibawa ke UGD Puskesmas Nunukan Timur.

"Di depan lapangan ini kan ada Puskesmas, tapi petugas medis nggak ada. Jadi dibawa lagi ke Puskesmas Nunukan (Alun-alun). Informasinya meninggal dunia di sana," ujarnya.

Panitia dan Peserta Lomba Ikut Belasungkawa

Roy menyampaikan bahwa setelah kejadian itu, panitia langsung hentikan lomba tarik tambang.

Sesuai kesepakatan antar RT yang ikut dalam lomba tarik tambang tersebut, hadiah lomba berupa uang tunai Rp10 Juta diserahkan kepada keluarga berduka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved