Berita Bulungan Terkini

Kades Long Pelban Bingung Progres Pembangunan PLTA, Bupati Syarwani: Dilanjutkan Berharap Investor

Pembangunan PLTA dipertanyakan kepala desa Long Pelban kepada Bupati Bulungan Syarwani. Ia mengatakan pihaknya mengejar percepatan investasi.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Bupati Bulungan Syarwani mengenakan penutup kepala khas Dayak saat memberikan sambutan di Balai Desa Long Pelban, Jumat (26/8/2022) sore. Kepada warga desa, Bupati Syarwani mengaku terus mengejar percepatan pembangunan PLTA Kayan. 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Kepala Desa (Kades) Long Pelban, Jhondersoni, mempertanyakan mengenai rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kayan kepada Bupati Bulungan Syarwani.

Pertanyaan ini dilontarkan saat Bupati Syarwani berkunjung ke desa di paling ujung Bulungan itu, dalam rangka penyaluran bantuan langung tunai (BLT) Dana Desa, Jumat (26/8/2022) sore.

Apa yang ditanyakan Kades Long Pelban beralasan, sebab Desa Long Pelban di Kecamatan Peso ini akan terdampak pembangunan bendungan PLTA Kayan, di mana nantinya desa ini akan tenggelam tatkala bendungan rampung dibangun.

Baca juga: Warga Desa Long Pelban Keluhkan tak Ada Sinyal Telekomunikasi & Internet, Begini Jawaban Bupati

"Terkait dengan investor, masyarakat masih bingung, mungkin Pak Bupati nanti bisa jelaskan ke masyarakat supaya tidak kebingungan," kata Kades Long Pelban, Jhondersoni.

"Jadi harapannya semoga ada kepastian dari investor," katanya.

Menjawab pertanyaan Kades Long Pelban itu, Bupati Syarwani mengaku, bahwa pihaknya terus mengejar mengenai percepatan investasi dan realisasi pembangunan PLTA Kayan.

Baca juga: Pembangunan PLTA Kayan akan Relokasi Warga Desa Long Pelban & Long Lejoh, Ini Pesan Bupati Bulungan

Menurutnya percepatan harus dilakukan, selain untuk memberikan kepastian, juga agar tak ada lagi waktu yang terbuang menunggu realisasi pembangunan PLTA Kayan.

"Sebenarnya bukan kami saja yang meminta percepatan, banyak pihak termasuk dari kementerian, karena bayangkan sejak 2012 sampai sekarang waktu kita hilang," kata Bupati Syarwani.

Suasana Desa Long Pelban, Kecamatan Peso, warga desa mempertanyakan kepastian investor dari pembangunan PLTA Kayan
Suasana Desa Long Pelban, Kecamatan Peso, warga desa mempertanyakan kepastian investor dari pembangunan PLTA Kayan (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

"Sejak zaman Bupati Pak Budiman hingga saat ini belum ada tanda-tanda realisasi," ungkapnya.

Menurut Syarwani pembangunan PLTA harus tetap dilanjutkan mengingat hasil listrik dari tenaga air ini nantinya akan dialirkan untuk menghidupi kawasan industri di Tanah Kuning-Mangkupadi.

Baca juga: Permukiman di Desa Rian Tubu Malinau akan Terdampak PLTA Mentarang, Warga Minta Jaminan Hak Relokasi

Bukan tidak mungkin, kata Syarwani, akan ada investor lain yang tertarik menggarap proyek PLTA--selain investor yang ada saat ini yakni PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang telah melakukan groundbreaking pembangunan bendungan sejak 2014 lalu.

"Kalaupun mungkin ada perubahan kita harus berikan dukungan, dan kami terus mengevaluasi bagi investor yang hendak membangun PLTA, kami yakini dalam tahun ini sudah ada keputusan yang lebih jelas dalam rangka percepatan pembangunan PLTA," ujarnya.

"Kita tidak mau lagi kehilangan waktu yang begitu banyak, karena pemerintah sudah berkomitmen untuk pembangunan PLTA," tutur Syarwani.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved