Berita Daerah Terkini

Demi Lunasi Utang, Wanita di Balikpapan Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Senilai Ratusan Juta Rupiah

Demi Lunasi Utang, Wanita yang bekerja di kantor gadai emas, di Balikpapan nekat gelapkan uang perusahaan senilai ratusan juta Rupiah.

TRIBUNKALTARA.COM / DWI ARDIANTO
Polsek Balikpapan Timur mengamankan seorang wanita berinisial DW (38) akibat tindak pidana penggelapan. 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Wanita berinisial DW (38), warga Manggar Baru, Balikpapan Timur terpaksa harus mendekam di penjara akibat melakukan penggelapan uang.

Diketahui, DW merupakan Pjs Wakil Kepala Cabang dari sebuah kantor gadai emas di wilayah Balikpapan.

Dimana dengan jabatan tersebut, dirinya justru menyalahgunakan.

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Imam Syafi'i menjelaskan, kejadian bermula ketika adanya audit keuangan di tempat DW bekerja.

Baca juga: Ditutup 31 Agustus, Lowongan Kerja Bankaltimtara KC Balikpapan, Cek Syarat dan Link Pendaftarannya

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Imam Syafi'i saat memperlihatkan barang bukti kasus penggelapan DW
Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Imam Syafi'i saat memperlihatkan barang bukti kasus penggelapan DW (TRIBUNKALTARA.COM / DWI ARDIANTO)

"Dari hasil perhitungan total jaminan, terdapat selisih kurang jaminan sebanyak enam kantong. Total pembiayaannya sebesar Rp 119.225.000," papar Kompol Imam, Selasa (30/8/2022).

Dari penelusuran internal, didapati bahwa uang jaminan nasabah yang harusnya disimpan, justru masuk ke kantong pribadi milik tersangka.

Alhasil, pihak perusahaan merugi hingga nominal ratusan juta tersebut.

"Tersangka selalu Pjs Wakacab yang seharusnya menyerahkan uang pelunasan, namun tidak disetorkan ke kantornya," imbuhnya.

Disinggung motifnya, kata Imam, yakni digunakan untuk kepentingan pribadi. Dalam hal ini digunakan untuk melunasi utang yang dimiliki DW.

Baca juga: Bankaltimtara Buka Lowongan Kerja Posisi Frontliner, Penempatan Balikpapan, Pendaftaran Cek Link Ini

Berkat perbuatannya, DW dilaporkan pihak perusahaan. Sementara itu, kepolisian sendiri menjerat tersangka dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved