Berita Bulungan Terkini

Upaya Meningkatkan PAD Kabupaten Bulungan, Pemkab akan Optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan Sabanar

Sebagai upaya meningkatan pendapat asli daerah atau PAD Kabupaten Bulungan, Pemkab melalui Dinas Perikanan akan optimalisasi tempat pelelangan ikan.

Tribun Kaltara
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syam Hendarsyah 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN- Sebagai upaya meningkatan pendapat asli daerah atau PAD Kabupaten Bulungan, Pemkab melalui Dinas Perikanan akan optimalisasi tempat pelelangan ikan atau TPI Sabanar.

Seperti diketahui PAD Kabupaten Bulungan masih kurang, bahkan nilainya lebih besar dari dana perimbangan dan dana transfer.

Bupati Bulungan Syarwani saat dikonfirmasi mengatakan, pemerintah sangat menyadari kalau dalam pembangunan daerah masih sangat tergantung pada APBN, baik dalam bentuk dana transfer maupun dana perimbangan.

"Hal lain yang dilakukan pemerintah daerahdengan mengoptimalkan dan meningkatkan kegiatan yang bersifat penggalian PAD," ungkapnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: Polres Bulungan Gelar Vaksinasi Covid-19 di TPI Sabanar, Warga: Enggak Sakit, Kayak Digigit Semut

Tentunya sesuai dengan kapasitas dan kewenangan daerah, hal-hal yang menyangkut kegiatan peningkatan PAD terus ditingkatkan.

Selain itu, supaya dalam urusan penarikan tidak menemukan kendala, pemda telah menyiapkan payung hukum sebagai dasar dalam penarikan PAD.

"Salah satu yang kita lakukan dengan optimalisasi pemanfaatan tempat pelelangan ikan (TPI) Sabanar, Tanjung Selor," ujarnya.

Syarwani mengatakan, jika tidak salah pendapatan ikan melalui TPI Sabanar bisa mencapai puluhan ton dalam satu bulan.

Baca juga: Kerja Sama Ekspor dan Impor, CEO SW Global Venture Siap Terima Produk Perikanan Asal Kaltara

"Kalau PAD-nya dalam satu bulan Rp 10 juta, berarti dalam satu tahun bisa mencapai ratusan juta. Secara otomatis ini akan menaikan PAD bagi daerah," ucapnya. 

Terpisah Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Syam Hendarsyah menambahkan, TPI Sabanar sudah berjalan sekitar empat bulan terakhir.

Syam Hendarsyah mengatakan, potensi PAD bagi Bulungan cukup besar, sumbangsih dalam satu bulan mencapai Rp 10 juta

"Ada dua sumber pendapatan, jasa pelelangan dan jasa pemanfaatan aset daerah. Kalau ada aktivitas bongkar muat, berarti jasanya itu yang dipungut masuk PAD," ungkapnya.

Baca juga: Miliki Nilai Ekonomis Tinggi, Kadis Perikanan Malinau Sofyan Lirik Potensi di Wilayah Perbatasan

Menurut Syam Hendarsyah, mekanisme hitungannya Rp 100 per satu kilo angkutan. Jadi hitunganya per kapasitas muatan.  Karena itu ditimbang, terus kemudian dikalikan per kilonya.

"Saat ini, TPI tersebut masih perlu ditingkatkan lagi, karena belum semua aktivitas bongkar muat berlangsung di TPI, selain itu perlu pembenahan dari sisi sarana dan prasarana," ucapnya.

"Untuk dermaga, saat ini masih terbatas dan ini yang perlu ditingkatkan kemudian untuk saat ini TPI tersebut sudah dikelola cuma kan kondisinya masih perlu ditingkat optimalkan baik dari sisi penataan, maupun pengolahan," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved