Tana Tidung Memilh

Bawaslu Kabupaten Tana Tidung Akui Kesulitan Rekrut Tenaga Ad Hoc, Sebut Syarat Usia jadi Kendala

Bawaslu Kabupaten Tana Tidung akui kesulitan rekrut tenaga ad hoc, sebut syarat usia jadi kendala, inginkas syarat perekrutan sama seperti KPU.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Koordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tana Tidung, Ramsyah. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Tana Tidung akui kesulitan dalam merekrut tenaga ad hoc.

Mengingat, jumlah penduduk Kabupaten Tana Tidung yang sedikit, sehingga sulit dalam melakukan perekrutan.

Koordinator Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Ramsyah mengatakan, kendala perekrutan ini selalu terjadi di Pemilu-pemilu sebelumnya.

"Mulai dari Pemilu 2019, kemudian di Pilkada 2020 kemarin, kita selalu mengalami kendala dalam perekrutan," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Pensiun dari PNS, Mantan Kadisdikbud KTT Jafar Sidik Pikir-pikir Ikut Politik, Banyak Parpol Melirik

Dia menyampaikan, tak hanya jumlah penduduk Kabupaten Tana Tidung yang menjadi kendala dalam merekrut tenaga ad hoc.

Persyaratan usia tenaga ad hoc juga menjadi kendala Bawaslu Tana Tidung dalam perekrutan.

Berbeda dengan Komisi Pemilihan Umum atau KPU dalam merekrut tenaga ad hoc yang disyaratkan minimal 17 tahun.

Sementara, perekrutan tenaga ad hoc pada Bawaslu disyaratkan berusia minimal 25 tahun.

Dia sampaikan, syarat tersebut tentu menyulitkan Bawaslu dalam merekrut tenaga ad hoc.

"Nah, umur segitu dengan status pendidikan terakhir SMA, itu rata-rata sudah bekerja semua.

Makanya, kemarin bukan lagi melihat kualitas pendaftar, yang penting ada orangnya yang memenuhi syarat," jelasnya.

Baca juga: Kadisdikbud KTT Pensiun dari PNS, Jafar Sidik Minta Plt Kepala Disdikbud Teruskan Program Berjalan

Ramsyah menyampaikan, syarat usia ini tidak hanya menjadi kendala Bawaslu Tana Tidung dalam merekrut tenaga ad hoc. Melainkan, sudah menjadi kendala nasional.

"Seandaikanya perekrutan tenaga ad hoc kita (Bawaslu) ini syaratnya sama kaya KPU, kita kan ndak kesulitan. Karena banyak anak-anak SMA di sini (Tana Tidung) yang baru lulus," lanjutnya.

Penulis: Risna

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved