Ledakan di Gereja KIBAID Nunukan

Ledakan Bom Molotov di Halaman Gereja Kibaid Masih Penyelidikan, Kapolres Nunukan: Tak Usah Khawatir

Polres Nunukan saat ini masih melakukan proses penyelidikan atas kejadi bom molotov di halaman Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia yang meledak.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Halaman Gereja KIBAID Nunukan diberi garis polisi. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Polres Nunukan masih lakukan penyelidikan terhadap peristiwa ledakan bom molotov di halaman Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID), Jalan Sei Bilal RT 20, Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (08/09/2022), 20.30 Wita.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto seusai berbincang-bincang dengan pendeta Gereja KIBAID dan tokoh agama di tempat kejadian perkara (TKP).

"Sudah ditangani pihak kepolisian. Sekarang masih proses penyelidikan. Kami minta bantuan masyarakat Nunukan untuk memberikan informasi kepada kami terkait masalah ini," kata Ricky Hadiyanto kepada TribunKaltara.com, Jumat (09/09/2022), pukul 11.00 Wita.

Baca juga: BREAKING NEWS Bom Molotov Meledak di Halaman Gereja KIBAID Nunukan, Satu Sepeda Motor Terbakar

Ricky menyampaikan turut prihatin terhadap kejadian tersebut. Sementara mengenai pelaku bom molotov yang sampai saat ini belum diketahui, Ricky mengaku pihaknya sedang mengusut.

"Saya tidak sebutkan ini punya kaitan dengan unsur SARA. Yang jelas kami masih menyelidiki siapa berbuat apa," ucapnya.

Ia meminta kepada pihak gereja dan masyarakat Nunukan untuk tidak terlalu khawatir dengan adanya peristiwa ledakan bom molotov tersebut.

Baca juga: Kalimantan Utara Trending di Twitter, 2 Fenomena Disorot, Termasuk Penemuan Bom di Tarakan

"Tidak usah ada kekhawatiran. Terkait pelaksanaan kegiatan di gereja ini, akan kami berikan pengamanan," ujar Ricky.

Ricky juga menyebut ada dua TKP yang berkaitan dengan bom molotov tadi malam.

"TKP satunya di rumah warga Jalan Pangeran Antasari. Tapi bom molotov di rumah warga itu gagal meledak. Barang bukti sudah diamankan ke Mako Polres Nunukan," ungkapnya.

Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto saat ditemui di depan Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID), Jalan Sei Bilal, RT 20, Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (09/09/2022), pagi.
Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto saat ditemui di depan Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID), Jalan Sei Bilal, RT 20, Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (09/09/2022), pagi. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)


Laporan Bom Molotov di Halaman Gereja

Peristiwa ledakan bom molotov di halaman gereja tersebut baru diaporkan ke Polsek Nunukan pada pukul 21.00 Wita, tadi malam.

Dalam laporan yang dibuat oleh Polres Nunukan, pelapor bernama Anton Daud malam itu sedang berada di ruang tamu gereja. Saat itu pintu gereja dalam keadaan tertutup.

Sontak pelapor mendengar suara ledakan di luar gereja. Kemudian ia keluar dan mendapati sepeda motornya yang terparkir di halaman gereja sudah terbakar sebagian.

Baca juga: Benarkan Penemuan Bom di Juata Kerikil Tarakan, Imbau Masyarakat Cepat Melapor, Ini Pesan Polisi

Pelapor langsung memadamkan kobaran api dengan menyiram air pada sepeda motor tersebut.

Setelah api padam, pelapor mendapati ada pecahan botol kaca dan kain yang beraroma minyak tanah.

Tanpa menunggu lama, pelapor langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nunukan.

Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materi sebesar Rp17.000.000.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved